Pramuka Aceh Tamiang Gelar Nobar Film G30S/PKI, Tekankan Pentingnya Menjaga Sejarah

Aceh, Berita425 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Sekitar 550 peserta mengikuti nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Tamiang dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Nobar tersebut diikuti unsur Forkopimda, pengurus Gerakan Pramuka, pelajar tingkat SMA se-Aceh Tamiang serta sejumlah tamu undangan.

Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH., hadir bersama Sekdakab Drs. Syaibun Anwar, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., MM., Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.IK., MH., Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH., serta Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Dr. Yudi Syufriadi, SH., MH.

Baca Juga :  Laboratorium Komputasi dan Analisis Data FISIP Unimal Gelar Workshop Mendeley

Turut hadir Ketua MAA Aceh Tamiang Drs. Juned Taher, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, MA., Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang Agus Salim, para pengurus Pramuka serta enam mantan narapidana terorisme (eks-napiter) Aceh Tamiang.

Ketua panitia kegiatan, M. Helmi, mengatakan pemutaran film tersebut diharapkan menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di kalangan anggota Pramuka dan generasi muda.

“Melalui penayangan film ini, kami berharap tumbuh semangat kecintaan yang mendalam serta rasa nasionalisme yang tak tergoyahkan, sehingga generasi muda menjadi generasi yang setia, menjaga dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat terus menghadirkan wadah dan kompetisi yang berkelanjutan bagi generasi muda, khususnya Pramuka, guna membentuk karakter tangguh dan memperkuat wawasan kebangsaan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Diminta Undang Pesepak Bola Mezut Ozil ke Banda Aceh

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda menonton film sejarah. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan bangsa.

“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk menyaksikan pemutaran ulang sebuah dokumenter sejarah. Jika kita memandang agenda ini hanya sebagai tontonan biasa, maka kita telah melewatkan sebuah peluang refleksi yang sangat berharga,” kata Armia.

Armia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Tamiang yang telah menggelar kegiatan tersebut. Ia mengingatkan pentingnya generasi muda memahami sejarah dan mengambil pelajaran untuk membangun masa depan.

Mengutip pesan Presiden Soekarno, Armia menyebut pentingnya prinsip Jasmerah, yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah. Namun, ia menambahkan bahwa sejarah juga perlu disikapi secara cerdas agar tidak sekadar menjadi catatan masa lalu.

Baca Juga :  Digitalisasi Perpustakaan Sebagai Strategi untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar

“Jangan hanya berguru pada sejarah. Cerdaslah menyikapi sejarah, karena kita yang akan membangun peradaban, bukan menyerah pada sejarah,” ujarnya, mengutip pesan K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film G30S/PKI. Acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang berharap semangat persatuan, nasionalisme dan wawasan kebangsaan terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bekal dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[] TM/Red

banner 300250