oleh

Dampak Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Terhadap Perekonomian Indonesia

Sepak bola bukan hanya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola telah mempengaruhi berbagai sektor perekonomian. Dalam dunia modern hari ini, olahraga sepak bola bukan hanya menjadi hobby atau instrumen untuk di pertandingankan, ia memiliki dimensi yang lebih luas, termasuk hiburan, gengsi, kebanggaan individu-masyarakat- negara serta sarana meraup keuntungan finansial.

Oleh karenanya tidak heran jika event sepak bola bertaraf internasional seperti UEFA Champions league, FIFA world cup dan juga piala Dunia U-20 yang akan di selenggarakan di Indonesia, bukan hanya menjadi pusat perhatian para penggemar tetapi juga pemerintah kota mengingat potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari berbagai faktor, mulai dari hak siar televisi, sponsorship, penjualan tiket dan merchandise, penginapan, makanan-minuman, hingga transportasi.

Secara umum terdapat dua dampak yang akan terjadi terhadap penyelenggaraan piala dunia U-20 di Indonesia yakni dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Adapun dampak jangka pendek ; 1) Pejualan barang dan konsumsi; 2) Hunian penginapan; 3) Transportasi masa; 4) Biaya tiket masuk setiap pertandingan; 5) Spot wisata di sekitar stadion atau kota; 6) Penjualan merchandise; 7) Lapangan kerja baru (bersifat sementara).

Sementara dampak jangka panjangnya; 1). Menjadi lebih dikenalnya kota tempat penyelenggaraan sehingga berpotensi menjadi destinasi wisata; 2). Berpeluang untuk menjadi tuan rumah event berskala internasional lainnya; 3). Tumbuhnya minat generasi muda setempat terhadap sepakbola sehingga dapat memunculkan bibit-bibit muda tanah air.

Sebelum Indonesia, Polandia merupakan negara tuan rumah ajang dua tahunan ini. Piala Dunia U-20 berlangsung di negara tersebut di tahun ini, yakni pada 23 Mei – 15 Juni.

Presiden Asoasiasi Sepakbola Polanida, Zbigniew Boniek, mengatakan ajang Piala Dunia U-20 bisa memberikan dampak yang besar bagi sektor pariwisata, berkaca dari pengalaman menyelenggarakan EURO 2012.

“Setelah EURO 2012, ada pertumbuhan yang besar di sektor pariwisata karena kami menunjukkan sebagai negara di mana Anda bisa makan dengan baik, di mana warganya sangat ramah dan Anda merasa aman. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan negara kami, tidak hanya dalam arti sepakbola. Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada FIFA karena mempercayai kami dan memberikan kesempatan besar ini” kata Boniek dalam wawancara setelah mendapat kesempatan menyelenggarakan Piala Dunia U-20, sebagaimana dilansir situs resmi FIFA.

Organisasi Pariwisata Polandia (Polish Tourism Organisation/POT) langsung menjadikan ajang tersebut sebagai bahan kampanye pariwisata ke negara-negara peserta. Berdasarkan data dari Badan Statistik Polandia, pada bulan Mei dan Juni terjadi peningkatan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang dilihat dari jumlah hunian di hotel, penginapan, maupun sejenisnya.

Pada bulan Mei, tercatat jumlah hunian sebanyak 3.280.645, naik 8,9% dibandingkan Mei 2018. Sementara pada bulan Juni tercatat ada kenaikan 6,4% menjadi 3.605.839 hunian. Berkaca dari Polandia, kesempatan menyelenggarakan Piala Dunia U-20 bisa dijadikan ajang untuk menggenjot lagi pariwisata RI, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Penelitian telah menyimpulkan bahwa perhelatan piala dunia dapat menghasilkan sumbangan positif terhadap gross domestik product (GDP).[]***

Pengirim :
Abdul Hamid, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Imam Bonjol Padang, email : abdulhamid04899@gmail.com

banner 300250