DKI Jakarta Bangun Ikon Baru “Jembatan Donat” Senilai Rp361 Miliar

Berita, Kliping, Nasional92 Dilihat

Jakarta, TERASMEDIA.NET – Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, akan memiliki wajah baru dengan hadirnya pedestrian deck berbentuk lingkaran raksasa yang diproyeksikan menjadi ikon baru ibu kota. Infrastruktur unik tersebut dibangun untuk memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus memudahkan aktivitas pejalan kaki di kawasan strategis Jakarta.

Proyek yang dikenal dengan konsep “jembatan donat” ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas yang mencakup wilayah Menteng, Tanah Abang, hingga Setiabudi.

Pedestrian deck tersebut dirancang tidak hanya sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga sebagai penghubung empat kawasan di Dukuh Atas yang selama ini terpisahkan oleh Jalan Jenderal Sudirman dan aliran Sungai Ciliwung.

Baca Juga :  Pameran Pembangunan dan UMKM Aceh Tamiang Resmi Dibuka

Dengan desain melingkar berdiameter sekitar 100 meter, jembatan ini nantinya akan menjadi ruang publik baru sekaligus landmark yang memperkuat karakter kawasan pusat Jakarta.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menjelaskan konsep lingkaran dipilih karena memiliki keselarasan dengan sejumlah ikon kota Jakarta yang sudah dikenal masyarakat.

“Banyak ikon Jakarta memiliki bentuk lingkaran, seperti Bundaran Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), hingga Bundaran Hotel Indonesia. Karena itu desain pedestrian deck dibuat memiliki keterkaitan visual dengan karakter kota Jakarta,” ujar Agus.

Menurutnya, konsep desain tersebut juga sejalan dengan pengembangan ruang publik modern lainnya di Jakarta, seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Halte Integrasi CSW, Bundaran Patung Kuda, dan Jakarta International Stadium (JIS).

Baca Juga :  Wabup Aceh Tamiang Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Meski konsep awal telah diperkenalkan, desain akhir pedestrian deck masih dapat mengalami penyempurnaan. PT MRT Jakarta membuka peluang memasukkan unsur budaya Betawi sebagai bagian dari identitas desain akhir bangunan tersebut.

Pedestrian deck ini akan membentang di atas Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung dengan dukungan empat tiang utama. Total panjang konstruksinya diperkirakan mencapai lebih dari 300 meter.

Kehadiran jembatan tersebut nantinya akan melengkapi jaringan pedestrian di kawasan TOD Dukuh Atas yang sebelumnya sudah terhubung melalui Terowongan Kendal, pedestrian Jalan Blora, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas.

Pembangunan fisik pedestrian deck dijadwalkan mulai November 2026 setelah proses tender selesai. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp361,7 miliar ini sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT Jakarta dan ditargetkan rampung pada 2028.

Baca Juga :  Bank Aceh Kualasimpang: Relaksasi Hanya untuk UMKM, ASN Tetap Bayar Angsuran Sesuai POJK

Melalui pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kawasan Dukuh Atas semakin berkembang sebagai pusat integrasi transportasi modern, ruang publik, serta destinasi baru bagi masyarakat dan wisatawan.[]

banner 300250