Siswa SMKN 3 Banda Aceh Antusias Ikuti Nobar Video Bawaslu Membelajarkan

Aceh, Berita, Politik10 Dilihat

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Sebanyak 43 siswa SMKN 3 Kota Banda Aceh mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) video Bawaslu Membelajarkan Vol. 2 bertema “Penyelenggaraan Pemilu yang Inklusif bagi Kelompok Rentan: Perencanaan, Afirmasi, dan Perlindungan Hak Pilih” di Kantor Bawaslu Kota Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).

Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safrida, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepemiluan kepada generasi muda, khususnya terkait pentingnya penyelenggaraan Pemilu yang memberikan kesempatan dan perlindungan yang setara bagi seluruh warga negara.

Menurut Ely, kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap dapat menggunakan hak politiknya tanpa diskriminasi. Karena itu, pemahaman mengenai Pemilu inklusif penting dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.

Baca Juga :  Wafatnya Wapres RI ke-9, Pemkab Tamiang Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Pemilu yang inklusif harus memastikan setiap warga negara mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya. Tidak boleh ada warga negara yang tertinggal dalam proses demokrasi,” ujar Ely Safrida.

Puluhan siswa tersebut didampingi guru SMKN 3 Kota Banda Aceh, Nopri Hariadi. Para siswa tampak antusias mengikuti pemutaran video yang mengangkat berbagai persoalan mengenai pemenuhan hak politik masyarakat, terutama kelompok yang memiliki kerentanan dalam proses Pemilu.

Ely menjelaskan, kegiatan tidak berhenti pada pemutaran video. Setelah nobar, Bawaslu Kota Banda Aceh membuka ruang diskusi bersama para siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai Pemilu inklusif.

Diskusi tersebut dipimpin Ely Safrida bersama Anggota Bawaslu Kota Banda Aceh, Ambia Dianda. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta pemahaman mereka setelah menyaksikan tayangan edukasi tersebut.

Baca Juga :  PSAB Aceh Besar Tumbangkan Meulaboh Akademi FC, Farel Jadi Penentu Kemenangan

Ely menilai kegiatan semacam ini penting karena Pemilu tidak hanya berkaitan dengan proses memilih pemimpin. Lebih dari itu, Pemilu merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus mampu menjamin setiap warga negara memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi.

“Generasi muda perlu memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang datang ke TPS dan memberikan suara. Ada tanggung jawab bersama untuk memastikan prosesnya berjalan adil, setara, dan tidak diskriminatif,” katanya.

Ia menambahkan, antusiasme para siswa menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi melalui media visual yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif dapat menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kepemiluan.

Bawaslu Kota Banda Aceh, kata Ely, akan terus mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk pemilih muda, dalam membangun budaya demokrasi yang inklusif. Pemahaman sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut mengawal proses demokrasi.

Baca Juga :  Wabup Aceh Tamiang dan Kepala BNPB Tinjau Pembangunan Hunian Korban Bencana

“Harapan kita, anak-anak muda ini nantinya menjadi pemilih yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Pesan bahwa tidak ada warga negara yang boleh tertinggal dalam demokrasi harus terus kita kuatkan,” pungkas Ely Safrida.[] TM/Abd

banner 300250