oleh

Tanggapan dan Harapan Milenial Terhadap Kepemimpinan Capres 2024

Pelaksanaan Pemilu Presiden Indonesia direncanakan oleh Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 21 Februari 2024 (Bardan, 2021). Beberapa nama yang sudah dipublikasi di media sebagai kandidat presiden tahun 2024 mendatang yaitu Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Prabowo Subianto (Menhan), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Tengah), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Ketua Umum Partai Demokrat). Di samping itu, ada beberapa nama lain yang bermunculan yakni Erick Thohir (Menteri BUMN), Tri Rismaharini (Mensos), Airlangga Hartarto (Ketua Umum Golkar), dan Puan Maharani (Ketua DPR) (N. A. Akbar & Nasrullah, 2021).

Pemimpin yang baik biasanya memberi tahu orang apa yang harus dilakukan, tetapi dia memotivasi timnya dengan menarik mereka di tingkat individu dan menginspirasi mereka untuk memberikan kontribusi kinerja terbaik mereka untuk keseluruhan visi dan misi. Dari sejumlah nama calon presiden yang dipublikasikan pada 2024 oleh media, para milenial lebih mengenal sosok-sosok yang dipilih calon presiden, kebanyakan dari media sosial dan beberapa mention dari televisi dan media digital lainnya. Dengan semakin para calon aktif dalam media sosial dengan berbagai kegiatan ke rakyat, semakin banyak milenial yang mengenal serta dapat menilai program-programnya yang telah dilakukannya demi negara ini. Dari beberapa nama calon presiden 2024 yang dipilih, milenial menyebutkan ada yang melakukan penyampaian komunikasi dengan penuh kharisma dan santai, dan ada yang berpendapat penyampaiannya tegas dan berwibawa. Kelompok milenial mempunyai potensi besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi negara Indonesia. Oleh karena itu diperlukan calon presiden yang mendatang peka terhadap yang dipimpinnya khususnya generasi milenial di mana kaum ini juga berkontribusi menuju negara yang maju dan dipandang baik di mata dunia.

Berdasarkan informasi dari media, milenial memberikan persepsi bahwa figur calon presiden yang dipilihnya sebagai sosok yang humble, ramah, santun, orang yang peduli, bertanggung jawab, bijaksana, adil, disiplin, tidak otoriter, tegas, berwibawa, pintar, berpendidikan, murah senyum, taat agama, jujur, merakyat, dan memiliki kepemimpinan yang bagus. Keyakinan milenial terhadap pilihan calon presiden tahun 2024 dilihat dari pengalaman kepemimpinan, mempunyai wawasan yang luas, kinerja yang pernah dicapai, memiliki rekaman prestasi yang jelas dan bertanggung jawab terhadap rakyat, tegas terhadap peraturan yang dibuat dalam melayani masyarakat, bijaksana dalam pengambilan keputusan, kepercayaan terhadap integritas dalam memimpin, berjiwa nasionalis, sosok pemimpin yang tegas dan berani, dapat mengayomi rakyat, rajin beribadah di mana takut terhadap Tuhan, mau mengeluarkan penghasilan pribadinya untuk masyarakat, mampu memimpin keluarga, lingkungan sekitar dan para staf pekerja dengan sangat baik. Hal ini menjadikan calon pemimpin ke depan harus mempunyai skill kepemimpinan yang jitu dengan memperhatikan prestasi yang sudah diraih karena rakyat pasti akan melihat daftar riwayat hidup terhadap sosok yang dipilihnya nanti.

Milenial yang menyebutkan calon presiden Indonesia 2024 harus mempunyai gaya kepemimpinan demokrasi di mana orang dapat melakukan sesuai keinginannya namun cara untuk mencapainya mengutamakan suara rakyat dengan musyawarah. Dalam proses program yang dijalankan, pemimpin mampu menghargai dan menerima saran dari masyarakat agar negara ini lebih maju dan lebih baik. Program yang ditetapkan merupakan hal-hal yang baru dan berani membawa perubahan bagi Indonesia dalam menyejahterakan rakyat secara demokrasi. Gaya kepemimpinan calon presiden tahun 2024 masuk ke dalam kategori demokratis, misioner dan visioner, tegas, demokratis, berwibawa dan adil, milenial dan fleksibel, ideologis, transformasional, gaya kepemimpinan yang suka tantangan dan risiko, suportif, karismatik, moralis, komunikatif, ramah, merakyat, disiplin, jujur, dan taat agama, proaktif, reflektif.

Milenial berpandangan bahwa calon presiden Indonesia tahun 2024 memiliki jiwa motivasi untuk diberikan kepada masyarakat di mana dilihat dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan seperti pemberian edukasi dengan mengingatkan masyarakat melalui media sosial, mengadakan berbagai seminar motivasi serta menyemangati mahasiswa dalam belajar seperti mendorong untuk tetap memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi negara. Tidak hanya itu pula, terlihat calon presiden 2024 tersebut pernah memberikan motivasi kepada yang membutuhkan dalam bentuk beasiswa. Maksud dari adanya motivasi menurut usaha yang digunakan dalam mempengaruhi tingkah laku seseorang agar dapat tergerak dengan hatinya bertindak dalam meraih hasil atau tujuan yang diinginkan. Tujuan akhir tersebut diharapkan dapat mengikuti apa yang diinginkan oleh pemimpinnya yang telah memberikan dorongan. Sehingga dapat dikatakan orang yang diberikan motivasi itu pada akhirnya menjadi pengikutnya karena dipandang baik.

Milenial memiliki persepsi sendiri tentang pemimpin baru. Sebagaimana dijelaskan bahwa persepsi adalah proses menyeleksi, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan informasi agar dapat memberi makna pada lingkungan (Sunaryo, Dadang, & Erdawati, 2021). Menurut Putri & Wicakson (2018) bahwa persepsi dibentuk dari adanya pengumpulan data berdasarkan pancaindra yang ditangkap dan sebagian dari ingatan di mana yang pernah dialami. Dapat dikatakan bahwa persepsi adalah suatu proses subjektif berpikir dan memahami makna dari dunia luar yang diinterpretasikan oleh setiap individu sehingga ia dapat bertindak dalam lingkungannya. Persepsi dipengaruhi oleh dua faktor yakni internal meliputi kebutuhan psikologis, latar belakang, alat indra, syarat, kepribadian.

Persepsi milenial tentang gaya kepemimpinan dari segi cara berkomunikasi, memotivasi, menganalisis, pengambilan keputusan menilai baik dari daftar nama calon presiden 2024 di mana mampu melihat perilaku dan kebutuhan warganya dan sudah mulai membidik kaum milenial melalui media sosial dengan gaya milenial. Skill manajemen pun sudah baik, namun jika terpilih menjadi presiden 2024 mampu menggunakan gaya kepemimpinan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Seorang pemimpin adalah panutan sehingga mampu mensejahterakan rakyatnya dalam bidang keamanan negara, pertanian, ekonomi dan perdagangan ekspor, teknologi, dan infrastruktur.

Harapan saya pemilu 2024 dapat berjalan jujur dan adil, agar dapat melahirkan pemimpin yang menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip dan nilai moral dan etika yang kuat, lebih memperhatikan rakyat kecil dan mampu memahami generasi muda yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa. Mampu menjaga stabilitas pemerintahan sehingga semua program-program yang dilahirkan mampu mensejahterakan rakyat sebagai mana yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.[]***

Pengirim :
Welly Miharto, mahasiswa Prodi Agroteknologi UMM, email : wellymiharto66@gmail.com

banner 300250