Houston, TERASMEDIA.NET – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan laga sarat gengsi dan penuh cerita menarik. Tuan rumah Kanada akan menantang Maroko di Stadion NRG, Houston, Minggu (5/7/2026) dini hari WIB, dalam duel yang bukan sekadar perebutan tiket perempat final, tetapi juga pertarungan sejarah, harga diri, dan mimpi besar kedua negara.
Kanada datang dengan status tim kejutan turnamen. Perjalanan mereka menuju fase gugur terbilang luar biasa. Sebelum menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Kanada bahkan belum pernah mengoleksi satu poin pun dari enam pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Namun cerita lama itu kini berubah drastis.
Mereka memulai kebangkitan dengan hasil imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina, lalu tampil ganas saat membantai Qatar dengan skor telak 6-0. Momentum positif berlanjut di babak 32 besar ketika Kanada menyingkirkan Afrika Selatan melalui kemenangan tipis 1-0.
Pelatih Jesse Marsch tampaknya berhasil membangun identitas permainan yang agresif dan penuh energi. Kanada tampil dengan tekanan tinggi yang intens dan tanpa henti.
Saat menghadapi Afrika Selatan, statistik menunjukkan para pemain Kanada melakukan sekitar 100 tekanan di area pertahanan lawan hanya pada babak pertama. Intensitas permainan seperti itu memperlihatkan bagaimana Kanada mengandalkan stamina, agresivitas, dan disiplin taktik.
Pahlawan kemenangan saat itu adalah Stephen Eustaquio. Gelandang berusia 28 tahun tersebut mencetak gol penentu kemenangan melalui tendangan keras pada masa tambahan waktu.
Gol itu sekaligus memperpanjang rekor produktivitas Kanada yang sukses mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun.
Namun kali ini tantangan yang menunggu jauh lebih berat.
Di sisi lain, Maroko hadir bukan sebagai tim kejutan, melainkan kekuatan yang sudah mendapat pengakuan dunia setelah sukses menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Perjalanan Maroko menuju babak 16 besar juga tidak mudah. Mereka lebih dulu menahan Brasil dengan skor 1-1 di fase grup sebelum menyingkirkan Belanda lewat drama 120 menit yang menguras tenaga di babak 32 besar.
Jika Kanada bermain layaknya api yang menyala, Maroko justru tampil seperti aliran air yang tenang tetapi mematikan.
Tim asuhan Mohamed Ouahbi menunjukkan kedewasaan permainan yang luar biasa saat menghadapi Belanda. Mereka mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen, mencatat 780 operan dengan tingkat akurasi mencapai 92 persen, serta melepaskan 12 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang.
Ketika laga berakhir melalui adu penalti, ketangguhan mental para pemain Maroko kembali berbicara.
Kemenangan tersebut bahkan menorehkan sejarah baru karena Maroko menjadi tim Afrika pertama yang berhasil memenangkan pertandingan fase gugur di dua edisi Piala Dunia berbeda.
Secara statistik dan pengalaman, Maroko sedikit lebih diunggulkan. Rekor pertemuan juga berpihak kepada tim Afrika tersebut. Dari empat pertemuan sebelumnya, Kanada belum pernah meraih kemenangan dan menelan tiga kekalahan, termasuk kalah 1-2 pada fase grup Piala Dunia 2022.
Meski demikian, bermain di hadapan pendukung sendiri dapat menjadi suntikan moral tambahan bagi Kanada.
Pertandingan ini diprediksi akan menghadirkan pertarungan taktik yang menarik. Kanada akan mencoba menghancurkan ritme permainan lawan lewat tekanan tinggi, sedangkan Maroko diperkirakan mengandalkan penguasaan bola dan ketenangan untuk mengontrol tempo pertandingan.
Satu tim membawa mimpi besar sebagai tuan rumah yang ingin terus menciptakan sejarah. Tim lainnya datang dengan pengalaman dan ambisi untuk kembali menorehkan kejutan.
Siapa yang akan melangkah ke 16 besar? Jawabannya akan ditentukan dalam pertarungan panas di Houston.[]










