Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak penyandang disabilitas memperoleh hak pendidikan dan kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi mereka.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E., saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang di Kualasimpang, Senin (18/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ismail mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk membatasi kesempatan mereka dalam meraih prestasi dan membangun masa depan.
“Anak-anak berkebutuhan khusus merupakan tabungan masa depan bagi orang tua dan guru yang mendidik serta mengasuh mereka. Karena itu, pemenuhan hak pendidikan mereka harus tetap menjadi prioritas,” ujar Ismail.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini dengan penuh kesabaran dan dedikasi mendidik serta membimbing para siswa penyandang disabilitas. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus agar mereka tumbuh mandiri, percaya diri dan mampu mengembangkan potensi.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati bersama tim anjangsana menyerahkan sejumlah bantuan berupa perlengkapan penunjang pembelajaran dan fasilitas operasional sekolah. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang proses belajar sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus bersemangat dan berprestasi.
Kepala SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Supranata, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para guru untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada para siswa.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, para kepala SKPK, Kepala Kantor Kementerian Agama serta para camat. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertunjukan seni yang ditampilkan para siswa SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memastikan setiap warga, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar dan meraih masa depan.[]










