Camat Karang Baru Blusukan Malam Hari, Serap Aspirasi Warga Huntara Alur Bemban

Aceh, Berita39 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Camat Karang Baru, Fakhrurrazi Syamsuyar, S.STP, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Hunian Sementara (Huntara) 1 dan Huntara 4 di Kampung Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu malam (19/7/2026). Sidak yang dimulai sekitar pukul 22.30 WIB ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga pascabencana sekaligus menyerap aspirasi mereka secara langsung.

Dalam blusukan malam tersebut, Camat Fakhrurrazi didampingi oleh sejumlah Datok Penghulu (Kepala Desa) serta staf Kantor Camat Karang Baru sebagai wujud sinergi dalam pelayanan masyarakat.

Saat menyusuri area huntara, rombongan berdialog akrab dengan warga setempat. Masalah utama yang langsung dikeluhkan masyarakat malam itu adalah kualitas air bersih. Warga mengeluhkan air yang mengalir ke hunian mereka kerap keruh dan berwarna kecokelatan akibat karat, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Balap Liar di Jalan Nasional, Pemuda Aceh Timur Tewas Menabrak Mobil

Menanggapi hal itu, Camat Fakhrurrazi berkomitmen untuk segera mencarikan solusi bersama pihak terkait demi menjaga kesehatan warga di masa pemulihan.

“Kami berkomitmen untuk terus memantau dan menindaklanjuti setiap persoalan yang dihadapi warga. Proses pemulihan pascabencana ini harus berjalan optimal, dan kebutuhan dasar seperti air bersih akan menjadi perhatian serius kami,” tegas Fakhrurrazi.

Selain menyerap aspirasi, Camat juga memeriksa sejumlah unit huntara yang hingga kini masih kosong. Ia menyayangkan adanya fasilitas yang belum ditempati oleh penerima manfaat, padahal sangat dibutuhkan oleh warga terdampak lainnya.

Dengan pendekatan persuasif namun tegas, ia mengingatkan agar para penerima manfaat segera menempati rumah sementara tersebut paling lambat keesokan harinya.

Baca Juga :  Perkuat Integritas Birokrasi Melalui Penerapan Good Governance

“Fasilitas ini dibangun dengan uang negara untuk membantu warga terdampak. Jika tetap dibiarkan kosong tanpa alasan yang jelas, maka pemerintah terpaksa akan menarik kembali kunci rumah tersebut untuk dievaluasi dan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya secara terukur.

Di akhir kunjungannya yang berlangsung hingga tengah malam, Fakhrurrazi berharap warga dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas huntara ini dengan bijak sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Kehadiran pihak kecamatan dan desa ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah masa-masa sulit warganya.[] Wira/TM-W014

banner 300250