Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Semangat belajar, kreativitas, dan keberanian anak-anak Desa Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, terlihat dalam Festival Lomba Islami yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 IAIN Langsa, Rabu hingga Jumat, 12–14 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Datuk Penghulu Desa Kuala Penaga tersebut diikuti 64 peserta dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), yang berasal dari sejumlah sekolah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di desa setempat.
Festival ini menjadi salah satu bentuk kegiatan pendidikan nonformal yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat, keberanian tampil di depan umum, kreativitas, pengetahuan keislaman, serta rasa percaya diri melalui kompetisi yang edukatif.
Lima cabang perlombaan disiapkan panitia, yakni azan, pidato, sambung surah, cerdas cermat, dan mewarnai. Setiap cabang dirancang untuk mengasah kemampuan berbeda, mulai dari kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, pengetahuan agama, keberanian berbicara, hingga kreativitas seni.
Kegiatan resmi dibuka pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Pembukaan turut dihadiri Datuk Penghulu Desa Kuala Penaga yang memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian festival.
Perlombaan dilanjutkan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Cabang azan, pidato, dan sambung surah dimulai pukul 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan cerdas cermat. Sementara lomba mewarnai dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah salat Jumat.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dengan menyebarkan informasi dan brosur kepada sejumlah TPA, SD, dan SMP di Desa Kuala Penaga. Peserta kemudian melakukan pendaftaran sesuai cabang yang diminati dan mengikuti proses registrasi ulang sebelum perlombaan.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, setiap perlombaan melibatkan tiga juri, yaitu Kak Fina selaku guru ngaji di Desa Kuala Penaga, Pak Rozy selaku Sekretaris Desa Kuala Penaga, dan Pak Irfan yang merupakan salah satu Teuku di desa tersebut.
Antusiasme peserta semakin terlihat dengan dukungan orang tua dan masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Suasana berlangsung meriah ketika anak-anak tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri dan penonton.
Ketua panitia Halimatunsyakdiah bersama Sekretaris Hayatun Nisa dan para penanggung jawab masing-masing cabang turut memastikan kegiatan berjalan lancar. Untuk cabang azan ditangani Zulfadli dan Mujidul Hakim, sambung surah oleh Rizqa Ula Nafisah dan Miftahul Jannah, pidato oleh Muhammad Akbar dan Halimatunsyakdiah, cerdas cermat oleh Muchsal Mina dan Bintang Permata, serta mewarnai oleh Dwi Ratna Vinola dan Ulfiyati.
Pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, festival ditutup sekitar pukul 20.30 WIB setelah salat Isya. Acara penutupan diisi dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah dan sertifikat, serta penampilan terbaik dari para peserta. Penutupan turut dihadiri Sekretaris Desa Kuala Penaga mewakili pemerintah desa karena Datuk Penghulu berhalangan hadir.
Untuk cabang azan, pidato, sambung surah, dan mewarnai ditetapkan juara 1, 2, dan 3. Khusus mewarnai, peserta dibagi dalam dua kategori, yakni kelas 1–3 dan kelas 4–6. Sedangkan cerdas cermat menetapkan juara 1 dan juara 2.
Lebih dari sekadar mencari pemenang, Festival Lomba Islami tersebut menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak Kuala Penaga. Mereka dilatih untuk berani tampil, menghargai proses, menerima hasil perlombaan, serta terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
KKN Kelompok 15 IAIN Langsa berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mendorong anak-anak Kuala Penaga untuk semakin giat belajar, berprestasi, mengembangkan kreativitas, dan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Semarak festival selama tiga hari juga menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda. Kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, orang tua, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.[] Halimatunsyakdiah dan Rizqa Ula Nafisah










