640 Tukik Tuntong Laut Dilepasliarkan di Pesisir Aceh Tamian

Aceh, Berita, Lingkungan118 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Sebanyak 640 anakan Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dilepasliarkan ke habitatnya di Pantai Ujung Tamiang, Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Senin (17/8/2026).

Pelepasliaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan juga diisi dengan penghormatan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama masyarakat pesisir.

Bupati Aceh Tamiang, Drs Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi, MH, melalui Kabag Barang dan Jasa Setdakab Aceh Tamiang, T. Zubaral Hadidsyah, ST, menyampaikan dukungan terhadap upaya pelestarian Tuntong Laut yang dilakukan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).

Menurutnya, keberadaan Tuntong Laut yang merupakan satwa dilindungi harus dijaga bersama. Masyarakat juga diminta tidak merusak hutan mangrove yang menjadi habitat penting bagi satwa tersebut.

Baca Juga :  Bank Aceh Kualasimpang: Relaksasi Hanya untuk UMKM, ASN Tetap Bayar Angsuran Sesuai POJK

YSLI telah melakukan penyelamatan telur Tuntong Laut sejak 2009. Telur yang diamankan dari ancaman perburuan manusia maupun predator seperti babi hutan dan biawak kemudian ditetaskan hingga menjadi tukik.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan YSLI yang dipimpin Yusriono merupakan mitra konservasi yang konsisten menyelamatkan Tuntong Laut dari ancaman kepunahan. Upaya tersebut telah dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.

Selain Tuntong Laut, YSLI juga berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman ratusan ribu bibit mangrove. Hutan mangrove menjadi habitat berbagai satwa sekaligus memberikan manfaat bagi nelayan tradisional.

Ketua YSLI, Yusriono, menyebut keberadaan mangrove turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Nelayan kepiting dan ikan memanfaatkan kawasan tersebut untuk mencari penghasilan bagi keluarganya.

Baca Juga :  Transformasi IAIN Langsa Menuju UIN Zawiyah Cot Kala Didorong Fokus pada Mutu dan Daya Saing

Sementara itu, Pendiri YSLI, Joko Guntoro, mengapresiasi kegiatan pengerukan sungai dan muara oleh Satgas Kuala TNI-Jhonlin. Menurutnya, pengerukan turut mengurangi pendangkalan dan membuka peluang terbentuknya daratan baru yang nantinya akan ditanami pohon kelapa dan mangrove.

Kegiatan tersebut juga memberikan manfaat bagi nelayan Seruway dan Bendahara. Setelah dilakukan pengerukan, perahu dan kapal nelayan lebih mudah melintas karena tidak lagi sering mengalami kandas.[] TM-W001

banner 300250