Mengurai Pragmatisme Industri Penyiaran: Analisis Komodifikasi dan Pelanggaran Etika Program “Pesbukers” melalui Teori Ceruk (Niche Theory)

Opini, Surat Pembaca36 Dilihat

Persaingan industri televisi mendorong stasiun televisi mempertahankan perhatian penonton sekaligus memperoleh keuntungan dari iklan. Kondisi ini dapat menimbulkan persoalan ketika kepentingan ekonomi lebih diutamakan daripada etika penyiaran.

Pesbukers di ANTV menjadi salah satu contoh program yang pernah mendapat teguran KPI terkait isi tayangannya. Artikel ini menganalisis Pesbukers melalui Teori Ceruk (Niche Theory) dengan melihat persaingan content, audience, dan capital, serta kaitannya dengan daya tarik program dan persoalan etika penyiaran.

Televisi swasta tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai industri yang bergantung pada jumlah penonton dan pemasukan iklan. Karena itu, program televisi dituntut memiliki daya tarik agar mampu mempertahankan audiens.

Baca Juga :  Harapan Ekonomi Digital Indonesia

Pesbukers sebagai program komedi menggunakan humor, interaksi antarpemain, konflik, dan gimmick untuk menarik perhatian penonton. Namun, beberapa bentuk penyajiannya pernah mendapat teguran dari KPI. Menurut saya, kondisi ini menarik karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan etika, tetapi juga dengan persaingan industri media dalam mempertahankan audiens.

Analisis Berdasarkan Teori Ceruk

Pertama, niche overlap. Pesbukers bersaing dengan berbagai program hiburan lain untuk mendapatkan perhatian penonton. Humor, konflik, dan gimmick dapat menjadi strategi untuk membuat penonton tetap mengikuti tayangan. Namun, apabila daya tarik tersebut menggunakan ejekan, kekerasan verbal, atau persoalan pribadi secara berlebihan, makamuncul persoalan etika.

Kedua, niche breadth. Pesbukers menggunakan berbagai bentuk hiburan seperti komedi, permainan, percakapan, dan gimmick untuk menjangkau khalayak yang luas. Namun, semakin luas target penonton, semakin penting pula menyesuaikan isi dengan karakteristik audiens, termasuk anak-anak dan remaja.

Baca Juga :  Kenaikan Gaji di Era Industri 4.0: Tantangan dan Strategi Keuangan 2026

Ketiga,hubungan content, audience, dan capital.Isi program digunakan untuk menarik penonton, jumlah penonton berhubungan dengan rating dan share, sedangkan perhatian audiens memiliki nilai ekonomi bagi pemasang iklan.

Solusi

Stasiun televisi perlu melakukan evaluasi isi program secara berkala dan memperkuat gatekeeping sebelum tayangan disiarkan. Kreativitas komedi juga dapat dikembangkan melalui situasi, permainan, atau satire tanpa bergantung pada penghinaan dan konflik personal. Selain itu, klasifikasi usia dan waktu penayangan perlu diperhatikan agar isi program sesuai dengan karakteristik penontonnya.

Kesimpulan

Pesbukers menunjukkan bagaimana persaingan industri televisi dapat memengaruhi isi program.

Melalui Teori Ceruk, persaingan tersebut dapat dilihat melalui sumberdaya content, audience, dan capital. Menurut saya, persoalannya bukan pada penggunaan komedi atau gimmick, tetapi pada bagaimana strategi tersebut digunakan tanpa melewati batas etika. Karena itu, keberhasilan program seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah penonton dan iklan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan penyiaran dan tanggung jawab kepada masyarakat.[]

Baca Juga :  Beach Clean-up Action, "Wujud Moralitas dan Etika terhadap Alam"

Penulis :
Nazwa Dwi Ramadani, Mahasiswa Universitas Pamulang

banner 300250