Fenomena Childfree akankah Menjadi Gaya Hidup?

Opini, Surat Pembaca37 Dilihat

Oleh : Aulia Sungkar*

Di Indonesia fenomena Childfree sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat terutama pada pasangan pra menikah yakni kesepakatan untuk memutuskan memiliki keturunan, istilah Childfree memang belum begitu dipahami oleh masyarakat luas apalagi budaya Indonesia sendiri masih terlalu asing untuk menerapkan gaya hidup seperti Childfree. Istilah – istilah “banyak anak banyak rejeki” dan “anak adalah rejeki” menjadi sebuah kalimat yang sering terdengar oleh telinga masyarakat dan masih menjadi anggapan bahwa istilah ini benar benar di percaya bahwa memiliki anak mendatangkan rejeki, memiliki anak adalah anugrah serta fitrahnya sebuah pernikahan untuk mempunyai keturunan.

Di indonesia sendiri hak mempunyai keturunan tercantum dalam Pasal 28B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1). Dalam pasal tersebut pasangan mempunyai hak untuk melanjutkan keturunan maupun tidak karna sejatinya tidak ada paksaan mengenai hal ini karena itu adalah hak masing masing seseorang atau pasangan dalam memilih jalan hidup, namun ada banyak pertanyaan mengapa Childfree di jadikan pilihan hidup bahkan tak sedikit orang menerapkan gaya hidup childfree, lantas apakah kedepannya indonesia memerlukan gaya hidup Childfree untuk menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia? Dan Apakah gaya hidup Childfree akan menjadi budaya baru masyarakat indonesia?

Baca Juga :  Perekonomian Gobal Alami Kontraksi, Perekonomian Indonesia Tetap Tumbuh Positif

Childfree sempat begitu populer tahun 2014 dan kembali populer usai pernyataan seorang penyanyi juga penulis buku, Gita Savitri yang baru baru ini menjadi sorotan di sosial media lantaran mengungkapkan ia dan suaminya memutuskan untuk Childfree, bukan hanya Gita Cinta Laura artis keturunan Indonesia – Jerman itu memutuskan untuk Childfree dikarenakan populasi manusia yang sudah berlebihan menurutnya, hingga istilah Childfree ini mulai cukup sering terdengar oleh masyarakat, namun apa yang sebenarnya di maksud dengan Childfree itu.

Apa yang dimaksud Istilah Childfree?

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. Nur Ainy Fardana N., M.Si.,Psikolog, menjelaskan bahwa childfree adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada seseorang yang secara sukarela dan sengaja tidak memiliki anak. Menurut laman HeylawEdu, istilah childfree mengacu kepada keputusan seseorang ataupun pasangan untuk tidak memiliki keturunan atau tidak memiliki anak. Mengutip dari Cambridge Dictionary, istilah Childfree di gunakan untuk orang atau pasangan yang memilih gaya hidup untuk tidak memiliki anak sedangkan secara harfiah Childfree jika di terjemahkan ke bahasa indonesia, artinya “bebas anak atau tanpa anak” istilah Childfree di buat dalam bahasa inggris sejak abad ke -20an dan mulai populer di indonesia sejak tahun 2014.

Pada dasarnya ada banyak hal yang harus di pertimbangkan oleh pasangan yang memilih childfree, mengingat tanggapan masyarakat awam yang masih beranggapan bahwa tujuan menikah adalah ibadah dan mempunyai keturunan, anggapan childfree ini menimbulkan banyak sekali pro dan kontra, Salah satu stigma masyarakat terhadap pasangan childfree dianggap egois di karenakan menolak rejeki pemberian tuhan dan menentang kodarat sebagai manusia yang sejatinya meneruskan keturunan melalui pernikahan. Umumnya alasan pasangan memilih childfree pun beragam, di beberapa negara Childfree telah menjadi gaya hidup

Baca Juga :  Menjaga Keseimbangan Emosi Perempuan dalam Mememenuhi dan Melaksanakan Hak-Hak di Dalam Rumah Tangga

Ada beberapa alasan seseorang memilih Gaya Hidup Childfree antara lain:

1. Masalah Keuangan atau Finansial
Masalah ini menjadi salah satu faktor yang sering menjadi alasan mengapa orang memilih childfree melihat dari kenyataan bahwa membesarkan anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit sementara sebagian besar pasangan muda yang baru menikah belum bisa di katakan cukup mapan untuk kondisi keuangan keluarga, hal inilah yang memicu keraguan pada seseorang atau pasangan jika ingin mempunyai keturunan

2. Hanya ingin menikmati hidup bersama pasangan
Alasan lainya seseorang atau pasangan memilih childfree adalah ingin menikmati hidup bersama pasangan keputusan ini muncul karna pasangan ingin memiliki waktu untuk menghabiskan waktu berdua, kebebasan menjalankan aktifitas atau hobbi masing – masing dan lebih berfokus kepada cinta kasih sayang untuk pasangannya saja. Terkadang tidak memiliki anak di nilai bisa membuat kita bahagia di karenakan banyak waktu untuk melakukan hal hal yang membuat bahagia dibandingkan jika memiliki anak.

Baca Juga :  Kecamatan Bandar Pusaka Raih Juara Umum Fasi ke II Atam

3. Masalah kesehatan
Memilih Gaya hidup Childfee bisa menjadi alasan faktor kesehatan karena mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi, faktor kesehatan yang di maksud adalah kondisi pasangan yang tidak memungkinkan untuk memiliki keturunan di karenakan suatu penyakit atau ketidakmampuan memiliki keturunan, faktor yang melatarbelakangi hal ini di karenakan jika seseorang mempunyai penyakit tertentu bisa membahayakan dirinya dan juga janin yang di kandung selain itu kekhawatiran mengenai apakah ia bisa menjadi orang tua yang baik dan membagi waktu untuk merawat anak dan dirinya sendiri.

4. Trauma
Faktor lain dari ketiga permasalahan di atas adalah Trauma, seseorang atau pasangan yang memiliki pengalaman Traumatis masa kecil menjadi pengaruh mengapa pasangan memilih gaya hidup Childfee, pengalaman masa anak anak yang memicu trauma ini seperti menyaksikan orang tua bertengkar, bercerai atau KDRT yang menjadi alasan ketidaksiapan pasangan memiliki anak karna tidak mau anaknya menyaksikan atau mempunyai trauma yang sama seperti dirinya, seseorang atau pasangan yang memiliki trauma masa kecil bisa mempengaruhi gaya pengasuhan anak sehingga anggapan tidak memiliki anak adalah jalan satu satunya agar rasa trauma itu tidak berulang.[]

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, email : aulia2020spkts@gmail.com

banner 300250