Presiden Resmikan Dua Bendungan Strategis di Aceh

Aceh, Berita, Nasional14 Dilihat

Pidie, TERASMEDIA.NET – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan lima bendungan strategis nasional secara serentak, termasuk dua bendungan di Provinsi Aceh, yakni Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Jumat (10/7/2026) lalu.

Peresmian dilakukan secara virtual dari Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan diikuti langsung dari Bendungan Rukoh oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Selain dua bendungan di Aceh, Presiden juga meresmikan Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Meninting di NTB. Kelima proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sumber daya air yang dikerjakan selama periode 2015 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Baca Juga :  Bupati Armia Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa bendungan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian, keberadaan bendungan juga berfungsi sebagai sumber air baku, pengendali banjir, hingga penunjang pengembangan energi baru dan terbarukan.

Menurut Presiden, lima bendungan tersebut mampu menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir pada kawasan seluas 932 hektare, serta didukung jaringan irigasi sepanjang hampir 280 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Bagi Provinsi Aceh, keberadaan Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto dinilai akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Kedua bendungan itu diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi, memenuhi kebutuhan air masyarakat, mengurangi risiko banjir, sekaligus membuka peluang pengembangan pembangkit energi ramah lingkungan.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

Usai mengikuti prosesi peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa beroperasinya dua bendungan tersebut menjadi momentum penting bagi pembangunan sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Aceh.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya,” ujar M. Nasir.

Pemerintah Aceh optimistis kedua bendungan tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah, terutama dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan luas lahan irigasi dan ketersediaan air yang berkelanjutan.[]

banner 300250