BI Lhokseumawe Catat Transaksi QRIS Rp1,93 Triliun, Ekonomi Digital Aceh Makin Bergairah

Aceh, Berita, Ekonomi85 Dilihat

Lhokseumawe, TERASMEDIA.NET – Penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga Juni 2026, total nilai transaksi QRIS mencapai Rp1,93 triliun dengan volume 24.002.952 transaksi.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha di wilayah Aceh yang menjadi cakupan kerja BI Lhokseumawe. QRIS kini tidak hanya digunakan di pusat-pusat perdagangan, tetapi juga mulai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan perkembangan transaksi digital tersebut turut didukung oleh bertambahnya jumlah merchant yang menggunakan QRIS. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 136.179 merchant telah bergabung dalam ekosistem pembayaran digital QRIS di wilayah kerja BI Lhokseumawe.

Baca Juga :  Nurul Wahidah, Guru MAN 2 Aceh Tamiang ikut Pecahkan Rekor MURI

Menurut Yudo, pertumbuhan penggunaan QRIS menjadi indikator positif bagi percepatan transformasi ekonomi digital di daerah. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan transaksi harus dibarengi dengan penguatan literasi keuangan digital dan perlindungan konsumen.

“Perluasan pembayaran digital harus diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi digital agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan,” ujarnya dalam kegiatan Temu Media 2026 bertema Sinergi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Lhokseumawe, Jumat (14/8/2026).

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BI Lhokseumawe telah menyelenggarakan 15 kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai QRIS dan perlindungan konsumen. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 3.000 peserta dari berbagai kalangan.

Edukasi difokuskan pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman fraud, scamming, tautan palsu, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan pembayaran elektronik.

Baca Juga :  Upacara Memperingati HUT ke-77 TNI di Aceh Tamiang Berlangsung Khidmat

BI Lhokseumawe juga terus mendorong agar digitalisasi pembayaran mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah. Penggunaan QRIS dinilai dapat membantu UMKM dalam mempermudah transaksi, memperbaiki pencatatan keuangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

Dalam kesempatan itu, Yudo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, media, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui semangat “Peukan Kris Meusaree Saree”, BI Lhokseumawe berharap sinergi dengan media dapat terus diperkuat sehingga informasi ekonomi yang disampaikan kepada masyarakat semakin edukatif, berbasis data, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.[]

banner 300250