Doa Bersama di PPIT Al-Hidayah, Eks Napiter Ajak Santri Rawat Perdamaian Aceh

Aceh, Berita143 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 Tahun 2026, Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al-Hidayah di Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, menggelar doa bersama dalam rangka menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari tenaga pengajar serta para santri dan santriwati PPIT Al-Hidayah. Doa bersama menjadi momentum untuk mengenang pentingnya perdamaian sekaligus menanamkan nilai persatuan kepada generasi muda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Eks Narapidana Terorisme (Napiter) Kabupaten Aceh Tamiang, Dede Nurjannata, menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati Hari Damai Aceh.

Baca Juga :  Aktivis HAM Aceh Dukung Kamaruddin Simanjuntak Jadi Ketua Komnas HAM Indonesia

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi bersama, khususnya bagi para santri sebagai generasi penerus bangsa, agar memahami bahwa perdamaian yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini merupakan sesuatu yang sangat berharga dan harus dijaga.

“Momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah ruang refleksi bagi kita semua, khususnya para santri sebagai generasi penerus bangsa, untuk menyadari betapa mahalnya harga sebuah perdamaian,” ujar Dede.

Ia menegaskan, setelah konflik berakhir, perjuangan masyarakat Aceh kini bukan lagi dilakukan di medan konflik, melainkan melalui upaya merawat perdamaian, persatuan dan kesatuan.

“Tugas kita hari ini bukan lagi berjuang di medan konflik, melainkan berjuang merawat perdamaian tersebut dengan menjaga persatuan dan kesatuan di atas tanah Aceh,” katanya.

Baca Juga :  BNPB Imbau Warga Aceh Tetap Waspada Hujan Sedang-Lebat

Dede juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

PPIT Al-Hidayah, kata dia, memiliki komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam yang mengajarkan kedamaian, kasih sayang dan sikap saling menghargai.

“ Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan menjadi pelopor dalam menjaga persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun ukhuwah basyariyah,” ungkapnya.

Melalui doa bersama tersebut, seluruh peserta juga diajak memanjatkan doa agar perdamaian di Aceh dapat terus terjaga dan berlangsung secara abadi.

Dede mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para pemimpin dan masyarakat Aceh agar senantiasa diberikan hati yang sejuk, pikiran yang jernih serta semangat untuk menjaga persatuan.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah Berlantai 2 Terbakar di Alur Manis

“Semoga Allah menjauhkan daerah kita dari perpecahan, fitnah dan segala hal yang dapat merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan doa bersama di PPIT Al-Hidayah diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda bahwa perdamaian bukan hanya warisan yang harus dikenang, tetapi juga amanah yang wajib dirawat dan diteruskan kepada generasi berikutnya.[]

banner 300250