Kupang, TERASMEDIA.NET – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) kembali menerima penghormatan adat dari masyarakat daerah. Kali ini, Jokowi dinobatkan sebagai Raja Timor dalam sebuah prosesi budaya yang digelar di Kelurahan Lai Lai Besi Kopan, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).
Dilansir Liputan6, prosesi penobatan tersebut dipimpin oleh para raja dari berbagai wilayah di Pulau Timor sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada mantan kepala negara tersebut. Ribuan masyarakat turut hadir menyaksikan rangkaian acara adat yang berlangsung khidmat dan meriah.
Penganugerahan gelar adat itu menjadi simbol penghormatan masyarakat Timor atas jasa dan pengabdian Jokowi selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014–2024.
Suasana acara semakin semarak dengan berbagai pertunjukan budaya khas NTT, di antaranya Tari Caci dan Tari Bonet yang ditampilkan oleh masyarakat dari daerah Manggarai.
Penobatan sebagai Raja Timor menambah daftar panjang penghargaan adat yang diterima Jokowi setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai kepala negara.
Sebelumnya, pada Sabtu (27/6/2026), Jokowi juga menerima gelar adat dari Kedatun Keagungan Lampung. Lima kerajaan adat Lampung menganugerahkan gelar “Baginda Pemuka Bangsa” sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden ke-7 RI.
Dalam prosesi adat Lampung tersebut, Jokowi menjalani sejumlah ritual sakral, termasuk prosesi menginjak kepala kerbau yang menjadi bagian dari tradisi adat setempat.
Selain menghadiri prosesi adat, selama berada di Kota Kupang Jokowi juga melakukan sejumlah kegiatan. Pada pagi hari, ia mengikuti kegiatan jalan santai saat car free day di Jalan El Tari Kota Kupang.
Jokowi kemudian menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang yang dihadiri ribuan kader partai tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah pengurus DPP PSI.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengingatkan kader PSI agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri dan tidak selalu bergantung kepadanya.
“Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau enggak bisa disampaikan, minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau enggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau enggak bisa lagi, ke DPP. Kalau enggak bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo,” ujar Jokowi.
Dengan gelar adat dari Lampung dan NTT tersebut, Jokowi kini tercatat menerima berbagai bentuk penghormatan budaya dari masyarakat daerah sebagai apresiasi atas perjalanan panjang pengabdiannya di tingkat nasional.[]










