Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, KPA Pasee Hidupkan Kembali Jejak Kejayaan Samudera Pasai

Aceh, Berita57 Dilihat

Aceh Utara, TERASMEDIA.NET – Semangat menjaga warisan sejarah dan kejayaan peradaban Islam kembali menggema dalam peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir yang diselenggarakan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan kepemimpinan Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, salah satu tokoh besar Kesultanan Samudera Pasai yang memiliki peran strategis dalam mengukuhkan kerajaan Islam pertama di Nusantara sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara.

Peringatan haul dihadiri oleh tokoh masyarakat, ulama, anggota KPA, kalangan pemuda, serta berbagai elemen masyarakat dari wilayah Pasee dan sekitarnya. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sejarah dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi peradaban Islam di Aceh.

Baca Juga :  Wakil Bupati Atam Ismail Ikuti Retret dan Pembekalan di Akmil Magelang

Dalam kesempatan tersebut, Sukarna Putra dari CISAH menyampaikan paparan sejarah mengenai kiprah Sultan Al-Malik Azh-Zhahir. Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan sang sultan, Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan yang berpengaruh dalam jaringan perdagangan internasional sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam di Nusantara.

Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, dan semangat membangun peradaban yang diwariskan para pendahulu harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Generasi hari ini harus mengenal sejarah para pendahulu. Dari merekalah kita belajar tentang kepemimpinan, peradaban, dan perjuangan membangun bangsa,” ujarnya.

Peringatan haul yang bertepatan dengan wafatnya Sultan Al-Malik Azh-Zhahir pada 12 Dzulhijjah 726 Hijriah itu kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Taufiq Husni dari Krueng Matee. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh peserta yang memanjatkan doa bagi Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, para ulama, serta tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam membangun dan menyebarkan peradaban Islam di Aceh.

Baca Juga :  Melalui Program Kemitraan Masyarakat, Unsam Langsa Dampingi Peternak

Tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya berbagi dan memperhatikan sesama.

Rangkaian acara ditutup dengan tradisi kanduri dan makan bersama yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Tradisi tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat serta ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang sarat dengan nilai sejarah, budaya, dan keagamaan.

Melalui peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir ini, KPA Wilayah Pasee berharap kesadaran generasi muda terhadap sejarah Samudera Pasai semakin meningkat. Sebab, kejayaan masa lalu tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga warisan berharga yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan Aceh yang lebih maju, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.[]

banner 300250