Bireun, TERASMEDIA.NET – PS Muda Sedia U-17 menghadapi laga penentuan saat berjumpa Persada Aceh Barat Daya (Abdya) pada lanjutan penyisihan Grup A Piala Soeratin U-17 Aceh 2026. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Rabu (15/7/2026) pukul 16.00 WIB itu menjadi duel hidup mati bagi wakil Aceh Tamiang untuk menjaga peluang lolos ke babak perempat final.
Setelah menelan kekalahan 0-3 dari tuan rumah Juang FC pada laga pembuka, PS Muda Sedia tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan. Tiga poin menjadi harga mati agar peluang melaju ke fase gugur tetap terbuka.
Menghadapi pertandingan krusial tersebut, jajaran pengurus inti PS Muda Sedia turut hadir langsung di Bireuen untuk memberikan dukungan moral kepada para pemain. Ketua Umum PS Muda Sedia, Sayed Mahdi, Sekretaris Umum Saiful Alam, serta Manajer Tim Reza Fadly berada bersama skuad sebagai bentuk komitmen penuh terhadap perjuangan tim muda kebanggaan Aceh Tamiang itu.
Kehadiran para pengurus diharapkan mampu menambah motivasi para pemain agar tampil lebih percaya diri dan mampu bangkit setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan pertama.
Sementara itu, duet pelatih Sukma Diyansyah dan Zulham Sigit mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh usai kekalahan dari Juang FC. Berbagai aspek permainan, mulai dari organisasi pertahanan, transisi permainan hingga efektivitas penyelesaian akhir menjadi fokus pembenahan selama masa persiapan.
“Kami sudah melakukan evaluasi terhadap pertandingan pertama. Anak-anak juga sudah melupakan kekalahan itu dan kini fokus penuh menghadapi Persada. Mental mereka sudah kembali dan kami siap berjuang untuk meraih kemenangan,” ujar Sukma Diyansyah didampingi Zulham Sigit.
Selain mempersiapkan tim secara maksimal, jajaran pelatih dan ofisial PS Muda Sedia juga berharap perangkat pertandingan dapat memimpin laga secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip fair play. Mereka menginginkan wasit mengambil setiap keputusan secara objektif, konsisten, serta tanpa keberpihakan, sehingga kedua tim memperoleh kesempatan yang sama untuk menampilkan permainan terbaiknya.
“Kami hanya berharap pertandingan dipimpin secara adil. Biarkan anak-anak bertanding dengan semangat sportivitas dan hasil akhir ditentukan oleh kualitas permainan di lapangan. Kepemimpinan wasit yang profesional tentu akan memberikan rasa keadilan bagi kedua tim,” tambah Sukma Diyansyah mewakili jajaran pelatih dan ofisial PS Muda Sedia.
Menurut kedua pelatih, kekalahan pada laga pembuka menjadi pelajaran berharga bagi tim yang sebagian besar dihuni pemain muda. Mereka optimistis para pemain mampu menunjukkan permainan yang lebih disiplin, lebih tenang, dan lebih efektif saat menghadapi Persada.
Pertandingan sore nanti diprediksi berlangsung sengit. Selain menjadi penentu nasib PS Muda Sedia, laga ini juga sangat penting bagi Persada Aceh Barat Daya yang sama-sama mengincar hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos ke babak delapan besar.
Dukungan masyarakat Aceh Tamiang pun terus mengalir kepada skuad PS Muda Sedia. Harapan besar disematkan kepada para pemain agar mampu bangkit, mempersembahkan kemenangan perdana, dan menjaga asa melangkah ke babak perempat final Piala Soeratin U-17 Aceh 2026.
Kini, seluruh harapan tertuju ke Stadion Cot Gapu. Laga melawan Persada bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan menjadi penentuan nasib PS Muda Sedia di ajang Piala Soeratin U-17 Aceh tahun ini. Dengan semangat pantang menyerah, dukungan penuh dari pengurus, pelatih, ofisial, dan masyarakat Aceh Tamiang, PS Muda Sedia diharapkan mampu bangkit, meraih kemenangan, dan menjaga mimpi melangkah lebih jauh di kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi di Aceh tersebut.[]
Editor : Yeddi Alaydrus










