Penerapan Teori Compatibility dalam Strategi Programming ANTV di Tengah Perubahan Pola Konsumsi Audiens

Opini, Surat Pembaca36 Dilihat

Perubahan Pola Konsumsi Audiens di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat cara masyarakat menonton televisi ikut berubah. Jika sebelumnya penonton cenderung mengikuti jadwal yang telah ditentukna oleh televisi, saat ini penonton telah memiliki banyak pilihan melalui YouTube, Netflix, Video, dan berbagai platfrom digital lainnya. Dengan adanya keehadiran platfrom tersebut membuat audiens lebih bebas dalam menentukan apa yang ingin di tonton, kapan ingin menonton, serta perangkat yang digunakann untuk mengaksesnya. Perubahan tersebut membuat perhatian audiens semakin terbagi dan menjadi tantangan bagi stasiun televisi untuk mempertahankan minat penonton. Hal ini juga terlihat dari perkembangan konsumsi streaming yang terus meningkat. Nielsen mencatat bahwa waktu yang dihabiskan audiens untuk menonton steaming secara global pada tahun 2025 meningkat sekitar 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Oleh karna itu, stasiun televisi perlu menyesuaikan strategi programming agar program yang ditayangkan tetap sesuai dengan perubahan kebiasaan audiens. Bagi ANTV, kondisi ini menjadi penting karena persaingan tidak hanya berasal dari stasiun televisi lain, melainkan dari berbagai platfrom digital yang menawarkan lebih banyak pilihan konteks secara lebih fleksibel.

Baca Juga :  Tantangan dan Strategi Inovativ dalam Penerapan Teknologi Digital pada Manajemen Pendidikan Islam

Tantangan Programming ANTV dalam Persaingan Media

Perubahan pola konsumsi tesebut menjadi salah satu tantangan bagi ANTV, karna permasalahan yang dihadapi bukan hanya membuat program yang menarik, tetapi juga bagaimana program tersebut ditempatkan pada waktu yang tepat dan ditunjukan kepada penonton yang sesuai. Data menunjukkan bahwa pada kuartal II 2025, ANTV mencatat stasiun sebesar 5,9% dan berada di bawah beberapa stasiun televisi nasional lain seperti SCTV, Indosiar, RCTI, MNCTV, dan Trans7. Data tesebut berasal dari Nielsen dengan cakupan All People, 11 kota, dan periode Q1 2024-2025.

Angka tersebut tidak secara langsung menunjukan penyebab rendah atau tingginya performa sebuah program, tetapi menjadi gambaran bahwa ANTV berada di dalam persaingan yang cukup ketat untuk mendapatkan perhatian audiens. Karena itu, program yang memiliki isi menarik belum tentu mendapatkan perhatian audiens apabila tidak sesuai dengan kebiasaaan atau kebutuhan penonton pada waktu tertentu. ANTV juga harus berharap dengan perubahan pilihan media yang membuat audiens semakin mudah berpindah dari televisi ke platfrom digital.

Baca Juga :  Humanisasi Ilmu : Mempertahankan Nilai-Nilai Moralitas di Era Society 5.0

Penerapan Teori Compatibility dalam Programming ANTV

Permasalahan tersebut dapat dianalisis melalui Teori Compatibility (Kompatibilitas). Teori ini menekankan pentingnya kecocokan antara program, target, penonton, kecocokan antara program, waktu tayang, gendre, serta program lain di sekitarnya. Artinya, program yang menarik belum tentu berhasil apabila tidak sesuai dengan karakteristik audiens dan waktu penayangan.

Dalam konteks ANTV, menerapkan teori tersebut dapat dilihat dari perubahan programming pada tahun 2024-2025, Ketika ANTV kembali menayangkan local series secara episodic pada prime time untuk menarik penonton serial lokal. ANTV juga mempersembahkan beberapa gendre utama, seperti local series, local movie, foreign series, dan foreign movie. Strategi ini dapat dikaitkan dengan konsep dayparting, yaitu pembagian waktu tayang berdasarkan karakteristik dan aktivitas audiens.

Strategi ANTV dalam Menyesuikan Program dengan Audiens

Media digital juga dapat digunakan sebagai pendukung program televisi seperti potongan tayangan, cuplikan menarik, dan konten tembahan dapat disebarkan melalui media sosial untuk menarik perhatian audiens. Media sosial juga dapat menjadi sarana interaksi melalui komentar dan respons penonton. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui jenis konten yang diminati audiens. Dengan demikian, televisi dan media digital dapat saling mendukung dalam menjangkau serta memahami penonton.

Baca Juga :  Pentingnya Penambahan Kelas Baru dan Tingginya Animo Masyarakat Terhadap RA Masyithoh Krajan

Kesimpulan

Persaingan ANTV tidak hanya berkaitan dengan banyaknya program, tetapi juga kemampuan yang menyesuaikan program dengan perubahan perlaku audiens. Data TV share sebesar 5,9% pada Q2 2025 menunjukan bahwa ANTV berada dalam persaingan media yang ketat, sementara platfrom digital memberikan semakin banyak pilihan terhadap penggunanya. Teori Compatibility membantu melihat pentingnya kecocokan antara program, target audiens, gendre, dan waktu penayangan.

Penerapannya dapat dilakukan melalui riset audiens, penyesuaian jadwal, evaluasi program, serta pemanfaatan media digital. Dengan strategi tersebut, programming ANTV dapat terus menyesuaikan diri dengan perubahan cara masyarakat menikmati media.[]

Penulis :
Arum Istami, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

banner 300250