Aceh Timur, TERASMEDIA.NET – Petani di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, masih menghadapi persoalan keterbatasan pasokan air untuk mengairi lahan persawahan. Sedikitnya 25 hektare sawah milik masyarakat di gampong tersebut hingga kini masih bergantung pada curah hujan atau berstatus sawah tadah hujan.
Kondisi ini membuat petani kesulitan memaksimalkan musim tanam, terutama ketika memasuki musim kemarau. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Gampong Matang Peulawi berharap adanya perhatian dan bantuan program pompanisasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui instansi terkait.
Keuchik Gampong Matang Peulawi, Safwadi, Sabtu (31/10/2026), mengatakan bahwa program pompanisasi sangat dibutuhkan masyarakat petani agar lahan persawahan yang selama ini mengandalkan air hujan dapat memperoleh pasokan air secara lebih teratur.
Menurutnya, pompanisasi menjadi salah satu solusi untuk mengalirkan air dari sumber terdekat, seperti sungai, kali, embung, maupun saluran pembuang, sehingga kebutuhan air untuk persawahan dapat terpenuhi, khususnya saat musim kemarau.
Safwadi menjelaskan, selama ini para petani di wilayahnya hanya mengandalkan curah hujan untuk mengolah dan mengairi sawah. Akibatnya, musim tanam kerap tidak berjalan maksimal, bahkan tidak jarang petani menghadapi risiko gagal panen ketika hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama.
“Harapan kami agar pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat membantu program pompanisasi untuk sekitar 25 hektare sawah masyarakat. Selama ini petani hanya mengandalkan air hujan, sehingga hasil produksi belum maksimal dan bahkan berpotensi mengalami gagal panen,” ungkap Safwadi.
Ia menambahkan, perubahan iklim yang menyebabkan pergeseran musim hujan dan kemarau semakin memperberat kondisi petani. Ketika musim kemarau tiba, keterbatasan sumber air membuat masyarakat kesulitan mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya dirasakan terhadap hasil panen, tetapi juga berpengaruh pada penurunan Indeks Pertanaman (IP), karena petani tidak dapat melaksanakan musim tanam secara optimal sesuai jadwal yang diharapkan.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana pengairan di Gampong Matang Peulawi. Dengan adanya bantuan pompanisasi, petani diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan dan dapat meningkatkan intensitas serta produktivitas pertanian.
“Jika persoalan air ini dapat diatasi, tentu akan sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlangsungan usaha pertanian. Kami berharap program pompanisasi ini dapat direalisasikan demi kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan daerah,” tutup Safwadi.[] M. Thaib/TM-W013










