Perkuat Komunikasi Darurat, ORARI Lokal Aceh Tamiang Pasang Antena Vertikal di Sejumlah Kecamatan

Aceh, Berita21 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang terus memperkuat jaringan komunikasi radio antarwilayah dengan memasang antena vertikal untuk pancaran jarak jauh (pancar luar) di sejumlah kecamatan. Langkah ini dilakukan guna memperlancar komunikasi antaranggota sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua ORARI Lokal Aceh Tamiang, Saiful Alam (YD6AAK), mengatakan kepada Terasmedia.net, Jumat (30/10/2026), pemasangan antena tersebut merupakan bagian dari upaya membangun jaringan komunikasi yang lebih efektif, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Menurut Saiful, keberadaan antena vertikal di sejumlah titik strategis diharapkan dapat memperluas jangkauan pancaran radio sehingga komunikasi antaranggota ORARI di berbagai kecamatan dapat berlangsung lebih lancar.

“Pemasangan antena ini kita lakukan untuk memperlancar komunikasi ORARI Lokal Aceh Tamiang, sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota yang berada di berbagai wilayah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, antena telah dipasang di sejumlah desa yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu; Desa Babo dan Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka; Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun; Desa Muka Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway; serta Desa Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara.

Baca Juga :  Aceh Tamiang dan 19 Kabupaten-Kota Lainnya Ditetapkan PPKM Level 3

Pemasangan di titik-titik tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas jangkauan komunikasi radio ORARI hingga ke berbagai wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Checking Net Rutin untuk Deteksi Dini

Selain membangun infrastruktur komunikasi, ORARI Lokal Aceh Tamiang juga rutin melaksanakan kegiatan checking net setiap malam. Kegiatan ini merupakan komunikasi radio terjadwal yang berfungsi sebagai sarana pengecekan keaktifan anggota sekaligus penyampaian informasi dari masing-masing wilayah.

Melalui kegiatan tersebut, anggota ORARI dapat menyampaikan laporan mengenai kondisi daerahnya, termasuk informasi awal apabila ditemukan potensi bencana, gangguan lingkungan, maupun situasi darurat yang memerlukan perhatian bersama.

Saiful menjelaskan, kegiatan checking net bukan sekadar sarana komunikasi atau absen di udara, melainkan juga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi antaranggota.

Dengan komunikasi yang terjaga secara rutin, informasi dari lapangan diharapkan dapat diterima lebih cepat sehingga langkah koordinasi dapat segera dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.

Keberadaan jaringan komunikasi radio ini menjadi semakin penting ketika terjadi gangguan jaringan telekomunikasi konvensional, seperti telepon seluler dan internet. Dalam kondisi tertentu, radio amatir dapat menjadi salah satu alternatif komunikasi untuk membantu penyampaian informasi dari wilayah terdampak.

Baca Juga :  FTK INSNU Temanggung Gelar Webinar Intenasional Bertajuk “Cultural Diversity in Edupreneurship”

Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Saiful Alam mengungkapkan bahwa ORARI Lokal Aceh Tamiang ke depan berencana menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan pos pantau di setiap kecamatan.

Rencana tersebut dilatarbelakangi kondisi geografis dan hidrologis Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana. Karena itu, keberadaan pos pantau yang didukung jaringan komunikasi radio dinilai dapat membantu memperkuat pemantauan kondisi wilayah serta mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi situasi darurat.

Melalui kolaborasi tersebut, ORARI diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung sistem komunikasi kebencanaan, khususnya sebagai jaringan pendukung yang menghubungkan petugas atau anggota di lapangan dengan pihak terkait.

Pos pantau yang dilengkapi sarana komunikasi radio juga berpotensi menjadi titik koordinasi untuk menerima laporan kondisi wilayah, meneruskan informasi kejadian, dan membantu kelancaran komunikasi apabila jaringan telekomunikasi utama mengalami gangguan.

Namun, upaya ini tentunya memerlukan koordinasi dan dukungan pemerintah daerah serta perangkat terkait agar pembangunan pos pantau, penyediaan peralatan, penempatan personel, dan mekanisme pelaporan dapat berjalan secara terencana.

Baca Juga :  Rudapaksa Anak Kandung, Seorang Ayah di Simeulu Divonis 200 Bulan Penjara

Memperkuat Kesiapsiagaan Berbasis Masyarakat

Sebagai organisasi yang memiliki jaringan komunikasi antaranggota, ORARI mempunyai potensi untuk mendukung penyebaran informasi secara cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau atau ketika infrastruktur komunikasi mengalami gangguan.

Bagi Kabupaten Aceh Tamiang, penguatan jaringan komunikasi radio menjadi salah satu langkah pendukung dalam membangun kesiapsiagaan bencana yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pemasangan antena vertikal, pelaksanaan checking net secara rutin, serta rencana kolaborasi pembangunan pos pantau menunjukkan upaya ORARI Lokal Aceh Tamiang dalam mengembangkan peran organisasi, tidak hanya sebagai wadah komunikasi amatir radio, tetapi juga sebagai mitra potensial dalam mendukung komunikasi darurat dan pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, penguatan jaringan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah, disertai peningkatan kapasitas anggota, pemeliharaan peralatan, serta penyusunan prosedur komunikasi darurat yang terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi penanggulangan bencana.

Dengan demikian, jaringan komunikasi radio ORARI dapat menjadi salah satu unsur pendukung dalam mempercepat arus informasi, memperkuat koordinasi lintas wilayah, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.[] TM/yeddi

banner 300250