Bangkitkan Lumbung Pangan Pascabencana, Aceh Tamiang Terapkan Pertanian Modern PM-AAS

Aceh, Berita, Ekonomi21 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai menerapkan sistem Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda daerah itu pada November 2025.

Program tersebut ditandai dengan tanam padi perdana di lahan rehabilitasi sawah Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kamis (16/7/2026). Penanaman dilakukan menggunakan teknik tebar benih langsung dengan alat mekanis sebagai bentuk modernisasi pertanian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Optimasi Lahan Bencana Kementerian Pertanian yang menargetkan pemulihan 2.673 hektare lahan sawah terdampak banjir. Program tersebut mencakup rehabilitasi lahan kategori sedang seluas 712 hektare dan optimasi lahan ringan sekitar 1.900 hektare guna mempercepat masa tanam.

Baca Juga :  Joko Wibisono Dilantik sebagai Kajari Aceh Tamiang yang Baru

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, mengatakan penerapan teknologi PM-AAS menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Tanam perdana ini bukan sekadar memulai musim tanam, tetapi menjadi bukti nyata pemanfaatan teknologi dalam mempercepat kebangkitan sektor pertanian. Melalui sinergi program Optimasi Lahan Bencana dan metode PM-AAS, kami menargetkan peningkatan produktivitas hasil panen di setiap lahan sawah,” ujar Ismail.

Menurutnya, modernisasi pertanian merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun kembali sektor pangan yang sempat terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Plt. Kepala BRMP Ruminansia Kecil Kementerian Pertanian, Muhammad Syawal, mengatakan program rehabilitasi difokuskan pada pemulihan struktur tanah serta penguatan sarana produksi pertanian.

Baca Juga :  Sejumlah Objek Wisata di Simeulue Dikuasai Warga Negara Asing

Sebagai dukungan terhadap program tersebut, Kementerian Pertanian menyalurkan 70 unit pompa irigasi untuk mengatasi potensi kekeringan serta lima unit traktor roda empat guna meningkatkan mekanisasi pertanian di tingkat kelompok tani.

Tanam perdana tersebut turut dihadiri Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang Yusbar, jajaran Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, brigade pangan, perwakilan BPS, Pupuk Indonesia, unsur Forkopimcam Bendahara, serta para petani.

Wakil Bupati berharap penerapan teknologi PM-AAS mampu mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabencana sekaligus mengembalikan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.[] Wira

banner 300250