Start-Up dalam Pandangan Ekonomi Syariah

Dalam dunia bisnis, start-up merupakan suatu hal yang baru. Walaupun begitu start-up akan selalu dibutuhkan dalam proses bisnis, Apalagi di era digital seperti ini selama terhubung dengan internet. Start-up akan memiliki nilai lebih jika mengikuti aturan agama dalam bermuamalah dan sesuai prinsip syariat Islam.

Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi, ekonomi syariah pun kini sudah berkembang pesat di dunia. Ekonomi syariah sebagai suatu pemikiran ekonomi yang dianggap dapat menjadi alternatif dari pemikiran ekonomi saat ini yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia dalam 10 tahun terakhir, bahkan dalam salah satu laman menginformasikan sebuah data peningkatan aset keuangan syariah pada Juni 2023 naik 2,04% dibanding bulan sebelumnya.

Banyak pemikiran bahwa Start-up pada awal kehadirannya adalah suatu kemustahilan, namun buktinya pada saat ini sudah merambah banyak di belahan negara di dunia. Hingga kini mampu memigrasikan pasar offline kedalam pasar online, dan juga mampu memigrasikan akad-akad berbasis syariah pada saat transaksi ke dalam teknologi yang sistematis dan dinamis.

Baca Juga :  Pemkab Atam Raih Anugerah Perencanaan Prof. Madjid Ibrahim

Banyak hal yang dapat dilakukan dalam dunia digital seperti sekarang ini dalam mengembangkan ekonomi syariah, khususnya di negara kita Indonesia. Indonesia yang memiliki gelar negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

Namun hal tersebut juga harus didasari dengan Peningkatan literasi untuk memperkuat pengetahuan masyarakat terhadap ekonomi syariah serta kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap Ekonomi Syariah Karena besar kemungkinan masalah-masalah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah seperti Riba (Bunga), Maisir (perjudian), Gharar (Ketidakpastian Berlebihan), dan lain sebagainya akan muncul tanpa kita sadari.

Maka dari itu start-up harus seirama dengan ekonomi syariah dalam menerapkan beberapa mekanisme pasar seperti prinsip keadilan dalam harga seperti murabahah(bagi hasil), dan transparansi agar semua pihak terlibat dan dapat memahami nilai dan syarat-syarat yang terlibat dalam perdagangan tersebut, dan tidak ada yang merasa dirugikan antara penjual dan pembeli.

Baca Juga :  Yuk Berwisata ke Gua Pintu Angin Tamiang

Start-up memang bagus dalam pengembangan ekonomi syariah namun perlu adanya kesiapan karena ketika berpindah dalam ranah digital, maka tentu masalahnya akan semakin kompleks, Akibat dari ketiadaan pertemuan langsung antara dua pihak yang berakad, permasalahan utama dalam ranah fiqih yang timbul akibat hadirnya Start-up ini adalah seputar permasalahan ittihadu al-majlis al-‘aqdi (konsep kesatuan majelis transaksi).

Kini Start-up secara perlahan-lahan masuk dan mengikuti sistem syariah. Dari sisi akad, Start-up memang tidak bertentangan dengan syariah sepanjang mengikuti prinsip- prinsip sahnya suatu akad, serta memenuhi syarat dan rukun serta hukum yang berlaku. Dengan begitu ekonomi syariah akan terus berkembang pesat.

Start-up menawarkan banyak sekali kemudahan kepada konsumen terlebih dalam bermuamalah maupun bertransaksi. Kini tersedia finansial teknologi(Fintech) berupa sistem digital yang dibangun guna menjalankan mekanisme dalam bertransaksi keuangan yang spesifik dan terpercaya dalam layanan jasa keuangan syariah,investasi serta pembiayaan syariah . Namun hal tersebut harus selalu diawasi oleh lembaga yang amanah agar terjaga keamanannya.

Baca Juga :  Gerakan Nusantara Bersatu, Sebagai Wujud Moderasi Beragama

Pada dasarnya Fintech syariah harus merujuk kepada salah satu prinsip muamalah yaitu (an taradhin) atau asas kerelaan dan keikhlasan para pihak yang melakukan akad. Namun kita perlu waspada karena akad tidak boleh ada unsur Gharar (penipuan), tidak menimbulkan mudharat, dan juga harus ada kejelasan antara penjual dan pembeli. Asas ini menekankan adanya kesempatan yang sama bagi para pihak untuk menyatakan proses ijab dan qabul.

Start-up banyak memiliki kelebihan dan keunggulan terlebih bagi ekonomi syariah. Dengan didasari oleh prinsip-prinsip ekonomi syariah membuat para pengguna merasakan keadilan dalam menentukan suatu harga melalui sebuah akad. Oleh karena itu kita harus selalu mendukung tantangan stat-up dengan meningkatkan rasa kepedulian bersama untuk menuju ekonomi syariah yang maju dan sukses.[]

Penulis :
Muhammad Fahmi Shidiq, Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang, email : mfahmishiddiq@gmail.com

banner 300250