Perkembangan industri dengan adanya pembangunan perusahaan di suatu daerah sering dianggap sebagai tanda dari kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, adanya pembangunan perusahaan tersebut sering timbul “bencana” permasalahan pada lingkungan yang sering diabaikan, seperti adanya masalah pada limbah industri.
Adanya pengelolaan limbah yang tidak baik dapat berubah dari bahan yang hanya sebagai sisa produksi menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa limbah dapat menjadi “bencana” ketika pengolahannya tidak dilakukan secara bertanggung jawab.
Pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas industri dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem, menurunnya kualitas air, serta masyarakat merasa terganggu dengan aktivitasnya. Tanah yang tidak subur, air yang tercemar serta udara yang tidak sehat menjadi bukti yang sangat nyata bagaimana suatu limbah dapat mengubah suatu lingkungan yang aman menjadi ruang yang sudah tidak aman lagi bagi manusia serta makhluk hidup lainnya.
Adanya kondisi tersebut dapat menjadi pengingat bahwa adanya pembangunan ekonomi harus diiringi dengan adanya perlindungan lingkungan. Jika tidak dilakukan pengelolaan limbah yang baik maka akan menimbulkan kerugian lingkungan jangka panjang. Oleh karna itu kita penting menyoroti persoalan limbah tidak hanya sebagai isu lingkungan, tetapi juga sebagai masalah sosial yang butuh perhatian yang cukup serius dari pemerintah, perusahaan dan masyarakat.
Limbah industri yang mencemari lingkungan merupakan suatu bentuk kegagalan dalam menyamaratakan antara kepentingan ekonomi dan keberlangsungan hidup. Perusahaan-perusahaan banyak beranggapan bahwa pengelolaan limbah hasil industry hanya akan meghabis habiskan biaya, bukan sebagai kewajiban etis.
Akibatnya, limbah cair dibuang ke sungai, limbah padat ditimbun sembarangan, dan limbah gas dilepaskan ke udara tanpa pengolahan memadai. Adanya limbah yang ditak diolah tersebut membuat masyarakat sekitar sangat merasa terganggu, dan dirugikan. Seperti air yang jadi tercemar dan bau limbah yang menyengat.
Dengan dengan adanya permasalahan tersebut, Adapun solusi yang harus diterapkan agar mengurangi adanya pencemaran seperti : 1) Pengelolaan limbah dari sumbernya (On-site Treatment). Dimana industry wajib memasang instalasi pengelolaan limbah sebelum di buang; 2) Dilakukannya scrubber cerobong untuk menyaring gas berbahasa dari limbah tersebut; 3) Mengurangi limbah dari proses produksi; dan 4) Dijadikan sebagai produk baru. Contoh: limbah kelapa sawit dijadikan pupuk kompos atau biogas.
Dengan adanya solusi yang diberikan diharapkan bisa mengurangi tingkat pencemaran dari hasil perusahaan industri tersebut. Adanya pengelolaan limbah yang lebih teratur lingkungan menjadi lebih terjaga dan dapat dikontrol.
Kesimpulan
Meskipun perusahaan industri dapat memberikan pengaruh pada pertumbuhan ekonomi, dan kejeahteraan masyarakat. Tetapi jika limbah yang dihasilkan tidak diolah dengan baik maka sama saja dengan merusak lingkungan kita, merusak ekosistem yang ada didalamnya serta menyebabkan aktivitas kehidupan terganggung dari adanya pencemaran tersebut.
Permasalahan ini menunjukkan masih adanya ketidasamarataan antara kepentingan ekonomi dan keberlangsungan lingkungan hidup. Oleh karna itu, kita harus sadar akan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan yang aman. Adanya solusi yang diterapkan diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir secara efektif.
Dengan demikian, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan yang tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga menjaga lingkungan.[]
Penulis :
Misbahatus Sa’adah, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung










