Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar demonstrasi penggunaan aTmatsya, pengawet alami ikan laut, di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Manyak Payed, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pelaku usaha perikanan, penyuluh perikanan, serta masyarakat pesisir.
Demonstrasi tersebut diinisiasi langsung oleh Prof. Ir. Sudjana, Ph.D., Tim Ahli Kepresidenan Bidang Kelautan dan Perikanan sekaligus penemu inovasi aTmatsya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi teknologi pengawet alami yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada jajaran DPKP Aceh Tamiang.
Sekretaris Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Aceh Tamiang, Syukri, yang hadir langsung dalam kegiatan itu mengatakan, demonstrasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai cara penggunaan aTmatsya sebagai alternatif pengawet ikan yang aman, alami, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin para pelaku perikanan dapat memahami secara langsung teknik penggunaan aTmatsya sehingga kualitas ikan hasil tangkapan dapat tetap terjaga hingga ke tangan konsumen,” ujar Syukri.
Dalam demonstrasi tersebut, Prof. Sudjana memperagakan secara langsung proses penggunaan aTmatsya. Ikan segar cukup direndam selama sekitar tiga menit dalam larutan aTmatsya yang telah dicampur dengan air asin. Setelah itu, ikan disimpan di dalam peti es sehingga kesegarannya dapat bertahan lebih lama tanpa memerlukan bahan pengawet kimia.
Sebagaimana diberitakan TERASMEDIA.NET sebelumnya, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah pertama di Indonesia yang memperkenalkan inovasi pengawet alami ikan laut aTmatsya. Produk ini dikembangkan sebagai solusi untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan keamanan pangan bagi masyarakat.
Syukri menyampaikan apresiasi kepada Prof. Sudjana atas komitmennya memperkenalkan teknologi tepat guna di Aceh Tamiang. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing hasil perikanan daerah, memperpanjang masa simpan ikan, serta memberikan nilai tambah bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Melalui kegiatan demonstrasi ini, DPKP Aceh Tamiang berharap penggunaan aTmatsya dapat diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat pesisir sehingga mampu mendukung pengembangan sektor perikanan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.[]
Editor : Yeddi Alaydrus










