Pemkab Aceh Tamiang Gencarkan Pangan Murah Tekan Harga Beras

Aceh, Berita, Ekonomi24 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah nyata mengendalikan lonjakan harga beras yang terjadi sejak Mei 2026. Melalui Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Langsa, program ini dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau berbagai kecamatan agar masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Hingga pertengahan Juli 2026, Gerakan Pangan Murah telah menjangkau tujuh kecamatan, yakni Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Bandar Pusaka, Bendahara, Tenggulun, Tamiang Hulu, dan Kejuruan Muda. Dari pelaksanaan program tersebut, sebanyak 53,8 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah disalurkan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Program tersebut kembali digelar pada Kamis (23/7/2026) di Pekan Seruway, Kecamatan Seruway, dengan target penyaluran 10 ton atau 10.000 kilogram beras SPHP. Beras dikemas dalam ukuran 5 kilogram dan dijual seharga Rp61.000 per kemasan, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp65.000 dan jauh di bawah harga beras medium di pasaran yang saat ini berkisar antara Rp84.000 hingga Rp87.000 per kemasan 5 kilogram.

Baca Juga :  Peran Strategis Hak Tanggungan dalam Melindungi Kepentingan Kreditur dan Debitur

Setiap warga dibatasi membeli maksimal dua kemasan agar distribusi berlangsung merata dan dapat dinikmati lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

Sekretaris Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Syoekrie, SP, M.Si, kepada TERASMEDIA.NET, Kamis (23/7/2026), mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga bahan pangan, khususnya beras.

“Lonjakan harga beras tentu berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang hadir melalui Gerakan Pangan Murah untuk memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kami menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu mempertahankan daya beli masyarakat,” ujar Syoekrie.

Baca Juga :  Prediksi Spanyol vs Prancis Euro Jerman

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog Cabang Langsa menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok beras SPHP di Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

“Harga beras SPHP yang kami jual sebesar Rp61.000 per kemasan 5 kilogram jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang saat ini mencapai Rp84.000 hingga Rp87.000. Selisih harga ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling merasakan dampak kenaikan harga pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembatasan pembelian maksimal dua kemasan per orang merupakan kebijakan yang diterapkan agar distribusi berlangsung adil dan lebih banyak masyarakat dapat menikmati manfaat program tersebut.

“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dirasakan secara merata. Karena itu, pembelian dibatasi agar tidak terjadi penumpukan oleh pihak tertentu dan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh beras dengan harga murah,” katanya.

Baca Juga :  Pj Bupati Asra Terjun Langsung Lakukan Gerakan Tanam Padi Serentak

Syoekrie juga menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak berhenti di Kecamatan Seruway. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan penyaluran beras SPHP ke lima kecamatan lainnya yang belum terjangkau.

“Kami akan terus melanjutkan program ini hingga seluruh wilayah yang menjadi sasaran mendapatkan layanan yang sama. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan sampai kondisi pasar kembali normal. Harapan kami, masyarakat tetap tenang karena pemerintah akan terus hadir dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap laju inflasi pangan dapat ditekan, ketersediaan beras tetap terjaga, serta masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memastikan setiap keluarga tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.[]

Editor : Yeddi Alaydrus

banner 300250