oleh

Ayo Kawal dan Wujudkan Kota Ambon Bebas DBD

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh adanya virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus khususnya pada daerah beriklim tropis. Asia menempati urutan pertama kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak setiap tahunnya dan cakupan penyebaran yang cepat meluas. Di Indonesia pun, penyakit DBD masih menjadi salah satu penyakit menular pada beberapa wilayah endemis, salah satunya adalah Kota Ambon.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Maluku pada tahun 2014, penderita DBD dari 11 kabupaten/kota mencapai 17 kasus dengan angka kematian yang cukup tinggi. Pada data tahun 2014 juga menyebutkan bahwa tingkat penyebaran penyakit DBD di Kota Ambon mencapai 6 kasus. Pada tahun 2016 terjadi juga peningkatan dengan jumlah mencapai 192 kasus, pada tahun 2020 mencapai 51 kasus, dan pada data terakhir jumlah kasusnya mencapai 118 kasus yang banyak dialami oleh anak-anak.

Adanya peningkatan penyakit DBD disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Selain itu, hal yang memicu terjadinya peningkatan penyakit DBD juga dikarenakan oleh kurangnya menjaga kebersihan lingkungan, serta karena curah hujan yang tinggi dan musim yang suka berganti dengan tidak stabil sehingga menyebabkan kelembaban pada beberapa lingkungan yang dapat menimbulkan munculnya habitat bagi nyamuk yang terinfeksi virus dengue.

Hal ini menandakan bahwa adanya upaya yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat sudah maksimal dalam megendalikan kasus penyebaran DBD meskipun masih tergolong dalam daerah yang endemis sehingga harus diperlukan adanya strategi dan usaha dari semua pihak, baik itu pemerintah daerah maupun warga masyarakat untuk mengurangi DBD dari kota Ambon ini.

Adanya strategi pengendalian ini dapat diawali dengan kegiatan 3M yang dilakukan oleh diri sendiri, maupun lingkungan masyarakat setempat. Selain iu, dengan melakukan fogging pada daerah-daerah tertentu yang menjadi lokasi penularan penyakit, pemberian bubuk abate kepada masyarakat, serta dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalisir dan mengurangi angka penyebaran penyakit DBD. Program sosialisasi dan memperbanyak sarana dan prasarana dalam menuntaskan penyakit DBD juga merupakan salah satu cara yang harus diperhatikan.

Dengan adanya berbagai program dan strategi yang dilalukan, diharapkan bisa mengobati dan mengurangi tingkat penyebaran penyakit. Untuk itu juga, seluruh masyarakat dan pemerintah harus saling mendukung semua kegiatan yang dilakukan, mengkaji, serta meng-KAWAL berbagai program yang dilakukan sehingga kasus ini lebih dapat dikontrol dan dikendalikan lebih baik lagi. Semua kalangan pemerintah dan masyarakat juga harus selalu meningkatkan kepedulian dan partisipasi terhadap kota Ambon tercinta ini dalam mewujudkan kota Ambon yang bebas DBD.[]

Pengirim :
Janice Margareth Nathania Pattihawean
Mahasiswa Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Email : janice.pattihawean@students.ukdw.ac.id

banner 300250