oleh

Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, Balon Ketua PSSI Aceh Wahyu Wahab Ajukan Banding

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Bakal calon Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Aceh periode 2022-2026 Wahyu Wahab menyatakan banding setelah dirinya dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam verifikasi berkas oleh komite pemilihan.

“Saya mengajukan banding. Ini bukan semata-mata karena nafsu dan keinginan diri mengejar kursi ketua PSSI Aceh,” kata Wahyu Wahab di Banda Aceh, Minggu.

Wahyu Wahab mengatakan pengajuan banding atas keputusan Komite Pemilihan Kongres Asosiasi Provinsi PSSI Aceh karena ingin mengetahui seperti apa respons Ketua Umum PSSI Pusat mengenai syarat yang menggagalkan pencalonan komite pemilihan.

Wahyu Wahab mengatakan nantinya jawaban PSSI menjadi pedoman bagi para calon lain di seluruh Indonesia. Dan ini juga penting untuk dijadikan masukan kepada pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh agar dapat menyadari hal-hal yang tidak sepatutnya dijadikan alasan menggagalkan pencalonan.

Ia menyebutkan dari lima bakal calon ketua mendaftar, yang lolos verifikasi berkas bakal calon ketua adalah Nazir Adam yang juga merupakan Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Aceh saat ini.

Dari hasil verifikasi tersebut, kata Wahyu Wahab, komite pemilihan sepertinya mempersempit ruang berkompetisi untuk memilih kursi ketua organisasi sepak bola tersebut.

Menurut Wahyu Wahab, komite pemilihan mencoba mengunci pintu bagi para bakal calon ketua lainnya. Dan ini bisa dilihat lima bakal calon yang mendaftar, hanya seorang bakal calon yang dinyatakan memenuhi syarat.

“Saya merasa tidak ada yang salah dengan persyaratan yang saya ajukan untuk bakal calon. Kalaulah saya tidak cukup syarat, mustahil saya mau mendaftarkan diri,” kata Wahyu Wahab.

Wahyu Wahab mengajukan pengalaman sepak bola sebagai pengurus Pro Duta. Klub profesional itu pernah bermarkas di Sumatera Utara dan Yogyakarta.

Namun, kata Wahyu Wahab, riwayat pengalaman mengurus klub sepak bola tersebut tidak diakui. Menurut komite pemilihan, klub tersebut bukan di Provinsi Aceh.

“Namanya juga PSSI, artinya riwayat sepak bola berlaku di seluruh Indonesia. Lain hal kalau namanya PSSA, bisa hanya khusus di Aceh,” kata pria yang akrab disapa WW itu.

Oleh karena itu, Wahyu Wahab menyarankan agar komite pemilihan Asprov PSSI Aceh dibentuk dan ditunjuk dalam rapat komite eksekutif atau exco. Dan proses pemilihan sesuai sesuai statuta ditetapkan dalam kongres PSSI.

“Jika memang dalam pemilihan ketua PSSI Aceh ingin dilakukan tanpa calon lain sebaiknya tak perlu menggelar pemilihan dan membentuk komite,” kata Wahyu Wahab.[]***

banner 300250