oleh

Pemkab Aceh Utara Gelar Pelatihan Manajemen Pakan Ternak

Aceh Utara, TERASMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar Pelatihan Manajemen Pakan Ternak Bagi 60 orang peternak dalam Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara.

Kegiatan tersebut mengambil tema “Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (23 s/d 24 November 2022) di Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.

Ir. Lilis Indriansyah, MP dalam sambutannya saat membuka acara berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh, sehingga ilmu yang diajarkan oleh para pemateri dapat diserap dengan baik. ”Karna ilmu tentang manajemen pakan sangat berguna bagi peternak terutama yang menjalankan usahanya dalam pemeliharaan ternak sapi, kerbau, kambing dan domba”.

Pada kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan para pemeteri handal drh. Muzakkir Sekretaris Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara yang saat ini juga sedang menjabat sebagai Ketua Apetindo Aceh Utara.

Selain itu dalam pelatihan tersebut juga menghadirkan salah seorang praktisi peternakan ternama di Aceh, Rahmat Kartolo, S.Pt., M.Pt. Selain praktisi beliau juga sebagai anggota Bidang Riset dan Diseminasi Teknologi Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) cabang Aceh.

Dalam paparan materinya, Rahmat Kartolo Ia menjelaskan tentang tehnik pembuatan pakan konsentrat, pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak (amoniasi jerami), serta cara pembuatan mineral block.

Menurutnya, pakan konsentrat merupakan pakan yang memiliki kandungan serat kasar rendah. Nutrisi utama dari pakan konsentrat berupa energi dan protein. Konsentrat bagi ternak bermanfaat untuk meningkatkan mutu gizi pakan sehingga mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak.

Adapun fungsi konsentrat antara lain sebagai sumber energi dan sumber protein bagi ternak; meningkatkan kandungan gizi dalam pakan; menambah bobot badan ternak; pemberian pakan menjadi lebih efisien; efektif untuk masa pertumbuhan dan produksi; Selain itu, pakan konsentrat juga sangat bagus dalam memenuhi kebutuhan ternak untuk masa kebuntingan maupun saat menyusui bagi induk.

Amoniasi jerami merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas jerami (PK,SK,TDN) sebagai pakan ternak ruminansia dengan penambahan urea 2-5% dari berat kering jerami.

Pemanfaatan Jerami Padi Amoniasi itu sendiri memberikan beberapa keuntungan antara lain : 1) Menambah persediaan bahan pakan dan peluang untuk meningkatkan populasi ternak. Dengan dimanfaatkannya jerami padi sebagai bahan pakan ternak berarti ketersediaan pakan bertambah, sehingga ini akan membuka peluang peternak untuk menambah jumlah ternaknya untuk dipelihara tanpa terkendala pakan; 2) Tentunya Mencegah kekurangan pakan khususnya pada musim kemarau, sehingga ternak kita tidak kurus karena kekurangan pakan; 3) Produktivitas ternak akan meningkat, dengan amoniaisasi jerami padi, daya cerna akan meningkat. Sehingga pertumbuhan ternak akan lebih baik; dan 4) Mengurangi pencemaran dan pengurasakan lingkungan. Penanganan jerami yang tidak baik bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, contoh jerami padi yang dibakar di sawah.

Mineral Block merupakan pakan tambahan atau suplemen yang sangat bermanfaat untuk Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba). Bentuk dari Mineral Blok ini adalah padat yang terbuat dari bahan yang mudah di dapat di pasaran seperti : Mineral,Garam dan Semen.

Kekurangan mineral pada ternak sapi, kerbau, kambing dan domba dapat mengakibatkan penyakit defisiensi mineral /kekurangan mineral yang mengakibatkan ternak sapi kita sering menjilat atau mengigit bahkan memakan kayu di kandang, nafsu makan menurun dan bulu tampak kusam dan kasar.

Untuk mencegah hal tersebut maka perlu diberikan makanan tambahan yang kaya akan mineral agar dapat memenuhi kebutuhan zat-zat mikro bagi ternak, salah satunya seperti pemberian Mineral Blok atau dalam bahasa kerennya Permen Sapi.

Dalam pembuatan pakan konsentrat dan amoniasi jerami padi bahan bahan yang digunakan adalah hasil samping pertanian dan hasil samping industri pertanian yang sangat mudah didapatkan disekitar kita dengan harga yang sangat murah karna tidak bersaing dengan makanan manusia, “papar Rahmat Kartolo seorang praktisi peternakan yang saat ini juga menjabat sebagai Pembina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Saboh Hate Aceh Utara.

P4S Saboh Hate merupakan salah satu pusat pelatihan pertanian yang dibina langsung oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara serta Balai Pelatihan Pertanian Jambi (Salah Satu Lembaga Pelatihan di Bawah Kementerian Pertanian).

Beberapa bahan baku yang digunakan dalam praktek pengolahan pakan ternak ini diantaranya : jerami padi, dedak padi, sagu, bungkil kelapa, kulit kopi dan jagung yang kesemua bahan bahan tersebut sangat mudah didapatkan disekitar kita dengan harga yang masih sangat murah dan terjangkau, “jelas alumni Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Jebolan Magister Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ini, juga mengajak seluruh peternak untuk betul betul dan serius dalam mengembangkan usaha peternakan. Sehingga ketahanan pangan serta swasembada daging dapat segera terwujud sebagaimana harapan pemerintah.

Rahmat Katolo juga menambahkan bahwa alam dan iklim aceh masih sangat berpotensi untuk pengembangan usaha peternakan, karena lahannya masih tersedia sangat luas.[]

banner 300250