Sinergi Pertamina EP, BPBD dan ORARI, Difabel Aceh Tamiang Diperkuat Hadapi Bencana

Aceh, Berita17 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana yang inklusif di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Rantau Field bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang menggandeng Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang.

Kolaborasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi darurat bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam Satuan Tugas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (Satgas DIGDAYA).

Program tersebut menyasar 21 relawan difabel yang dipersiapkan agar mampu berperan aktif dalam menghadapi situasi darurat. Keterlibatan ORARI diharapkan melengkapi kemampuan para relawan, terutama dalam membangun komunikasi yang efektif ketika bencana terjadi dan jaringan telekomunikasi seluler mengalami gangguan.

Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan koordinasi yang dihadiri perwakilan CSR Pertamina EP Rantau Field, Yosia Cesio dan Intan Lukfia, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Juli Darmabakti (YD6AZC), serta perwakilan pengurus ORARI Lokal Aceh Tamiang, Nanang Suryono (YD6AAS).

Sebelum memasuki tahap pembinaan komunikasi radio, anggota Satgas DIGDAYA telah memperoleh berbagai pembekalan kebencanaan dari BPBD Aceh Tamiang. Materi tersebut meliputi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi banjir dan tanah longsor yang memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas, serta edukasi mengenai persiapan tas siaga bencana atau emergency bag.

Para relawan juga dibekali kemampuan memahami peta kawasan rawan bencana untuk mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing. Selain itu, mereka terlibat dalam perencanaan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul aman yang aksesibel di Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru.

Baca Juga :  Balada Rencana Kenaikan PPN 12%, Menambah Beban Rakyat?

Pembinaan tersebut turut mencakup simulasi pendirian tenda darurat guna meningkatkan keterampilan, ketangkasan, dan kerja sama tim dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan bekal itu, Satgas DIGDAYA diharapkan tidak hanya memahami langkah mitigasi, tetapi juga mampu mengambil peran sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

Kini, penguatan diarahkan pada kemampuan komunikasi radio amatir sebagai bagian penting dari sistem penanggulangan bencana. Perwakilan ORARI Lokal Aceh Tamiang, Nanang Suryono (YD6AAS), menjelaskan pentingnya pemanfaatan radio komunikasi pada frekuensi VHF/UHF untuk mendukung penyampaian informasi ketika jaringan telepon seluler terganggu atau wilayah terdampak tidak terjangkau layanan komunikasi.

Dalam situasi bencana, informasi yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung koordinasi ant relawan, penyampaian laporan kondisi lapangan, serta distribusi informasi kepada pihak terkait. Karena itu, penguasaan komunikasi radio diharapkan menjadi kemampuan tambahan yang memperkuat kesiapan 21 anggota Satgas DIGDAYA.

Baca Juga :  Kawal Suara pada Pemilu 2024, Panwaslih Kota Banda Aceh gelar TOT Saksi Partai Politik

Perwakilan CSR Pertamina EP Rantau Field, Yosia Cesio, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan kapasitas para relawan difabel melalui program tersebut. Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah penyediaan perangkat komunikasi radio bagi seluruh anggota Satgas DIGDAYA.

“Teman-teman difabel telah dibekali pemahaman SOP, peta bencana, hingga pendirian tenda oleh BPBD. Kini, bersama ORARI Lokal Aceh Tamiang, kami ingin melengkapi mereka dengan kemampuan komunikasi radio. Kami sangat berharap pengurus ORARI Lokal Aceh Tamiang dapat membimbing dan membina teman-teman difabel agar mereka tangguh di lapangan,” ungkap Yosia.

Sebagai tindak lanjut, pelatihan khusus penggunaan perangkat radio akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Materi yang direncanakan mencakup pengoperasian perangkat, tata cara dan etika berkomunikasi di udara (operating procedure), serta pemahaman regulasi frekuensi radio. Pelatihan ini juga dipersiapkan untuk mendukung proses keanggotaan resmi para peserta di ORARI Lokal Aceh Tamiang sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Diresmikan, Puskesmas Tembarak Temanggung Diharapkan jadi Garda Terdepan dalam Yankesmas

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Juli Darmabakti (YD6AZC), menyambut positif keterlibatan ORARI dalam pembinaan Satgas DIGDAYA. Sinergi tersebut dinilai memperkuat kolaborasi berbagai unsur dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, sekaligus memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif.

Melalui kerja sama antara Pertamina EP Rantau Field, BPBD, dan ORARI Lokal Aceh Tamiang, pembinaan Satgas DIGDAYA diharapkan semakin menyeluruh, mulai dari pemahaman risiko bencana, kesiapan evakuasi, hingga kemampuan komunikasi darurat. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan hanya kelompok yang perlu dilindungi saat bencana, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari kekuatan relawan kemanusiaan.

Dengan bekal keterampilan yang semakin lengkap, 21 relawan Satgas DIGDAYA diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Aceh Tamiang. Kolaborasi ini menjadi langkah penting menuju sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.[] TM/Red

banner 300250