oleh

Homo Neanderthal Sudah Menggunakan Perhiasan Sejak Dahulu?

Homo neanderthal merupakan salah satu manusia jenis homo yang telah punah sekitar 40.000 tahun yang lalu. Homo neanderthal hidup pada zaman pleistosen. Dengan kapasitas otak yang mendekati jenis manusia modern saat ini (Homo sapiens), Homo neanderthal menunjukan beberapa perkembangan yang lebih baik dari manusia purba sebelum zamannya.

Perkembangan yang pesat ditunjukan oleh homo Neanderthal pada kebudayaannya terutama dalam bidang kesenian. Salah satu kesenian yang dibuat oleh Homo Neanderthal adalah perhiasan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan cakar burung yang telah dimodifikasi di Situs Krapina, Kroasia. Setelah diidentifikasi cakar burung tersebut adalah cakar dari burung elang ekor putih (Haliaeetus albicilla), diduga cakar tersebut dimodifikasi oleh Homo neanderthal untuk dijadikan perhiasaan.

Terdapat delapan cakar elang ekor putih yang ditemukan, pada semua cakar terdapat tanda berupa penghalusan dan tanda potong. Akan tetapi, masing-masing cakar menunjukkan adanya tanda-tanda yang paling mencolok. Di antara delapan cakar, empat cakar memiliki tanda-tanda telah dimodifikasi seperti adanya bekas karena tendon dari cakar tersebut dipotong dan dipisahkan sehingga tidak menjadi satu kesatuan lagi, adanya penghalusan pada bagian permukaan cakar dan penghalusan pada tepi-tepi cakar yang memiliki tanda potong, sedangkan pada tiga cakar lainya terdapat tanda adanya lekukan dan torehan kecil pada tepi-tepi cakar. Tanda-tanda yang ada menunjukkan bahwa cakar-cakar tersebut sengaja dikeluarkan dari elang, dimodifikasi dan dihubungkan satu sama lain agar menjadi perhiasaan berupa kalung dan gelang.

Cakar elang ekor putih ini telah ditemukan 100 tahun yang lalu. Menurut peneliti perhiasaan berupa kalung dan gelang tersebut telah digunakan oleh Homo neanderthal selama 130.000 tahun. Cakar yang digunakan adalah cakar elang ekor putih, elang ekor putih merupakan salah satu burung yang terkenal memiliki kepribadian yang agresif, tidak mudah ditangkap dan dijebak. Akan tetapi Homo neanderthal berusaha untuk mendapatkan cakar dari burung tersebut. hal ini menandakan bahwa cakar elang ekor putih ini memiliki makna dan arti tersendiri bagi neanderthal.

Menurut peneliti kemungkinan proses penangkapan elang ekor putih yang dilakukan oleh Neanderthal ini membutuhkan suatu perencanaan dan upacara khusus. Selain penemuan cakar elang ekor putih ditemukan juga sisa-sisa peninggalan Homo neanderthal lainnya, berupa alat-alat mounsterian (alat-alat batu) sejumlah lebih dari 800 peralatan batu, ratusan tulang dan gigi neanderthal dan 2800 sisa-sisa hewan. Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi bukti bahwa Neanderthal pernah menempati wilayah tersebut.

Banyak yang berpendapat bahwa penemuan cakar elang ekor putih yang telah dimodifikasi tersebut bukan buatan Homo neanderthal karena Homo neanderthal tidak memiliki kemampuan yang sama seperti Homo sapiens. Namun menurut peneliti bukti-bukti tersebut telah ada sebelum kemunculan manusia modern (Homo sapiens) di Eropa.

Bahkan, di wilayah tersebut tidak ditemukan adanya bukti atau tanda keberadaan Homo sapiens. Adanya perhiasaan berupa kalung dan gelang dari cakar elang ekor putih yang digunakan oleh Homo neanderthal ini menunjukkan bahwa Homo neanderthal sudah memiliki kemampuan membuat perhiasaan.[]***

Pengirim :
Ritalia Wunga Ubu Lele, berdomisili di Muguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta, Email: ritaliawunga@gmail.com

banner 300250