Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Kembangkan Geotourism di Sabang

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala mengembangkan geotoursim di Desa Jaboi, Sabang yang berbasis teknologi informasi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Zamna Fauzan, Mahasiswa Teknik Geofisika 2019 yang terlibat dalam kegiatan ini Senin (6/12/2021) menjelaskan, program PHP2D ini merupakan program dari Kemdikbudristek yang telah mereka jalankan selama enam bulan di Desa Jaboi. Program tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam bentuk pembelajaran di luar kampus.

“Melalui program ini, mahasiswa akan berkontribusi aktif sebagai implementasi kompetensi mahasiswa di masyaraka,” ucapnya.

Hibah PHP2D 2021 menjaring kurang lebih 600 proposal untuk didanai dari ribuan proposal yang masuk ke halaman website PHP2D. Salah satunya ialah proposal yang diajukan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA TG) USK.

Terkait program ini, HIMA TG USK dalam perencanaannya lebih memfokuskan seluruh kegiatan PHP2D ini untuk pemberdayaan masyarakat di era digitalisasi. Karena itulah, dalam program ini mereka mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Jaboi dalam Pengembangan Geotourism Berbasis Teknologi Informasi”.

Baca Juga :  Didominasi Anak Muda, Pengurus PWI Aceh Dilantik di Sabang 6 Desember

Ketua Tim PHP2D HIMA TG Nikah Ramadani Fitri mengatakan, bahwa nantinya upaya pengembangan geowisata Desa Jaboi dilakukan dengan pemanfaatan teknologi barcode yang terhubung langsung ke website desa sendiri.

“Pemanfaatan teknologi informasi sebagai media promosi UKM dan geowisata di era digital ini secara tidak langsung akan membantu peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pembukaan resmi kegiatan PHP2D tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan USK, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, serta Keuchik dan perangkat Desa Jaboi lainnya.

Pemberdayaan masyarakat Desa Jaboi ini dimulai dengan survey berbagai destinasi wisata di Desa Jaboi, pemetaan jalur destinasi, serta pendataan usaha-usaha masyarakat Desa Jaboi yang akan dikembangkan ke depannya.

Baca Juga :  Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Juara 1 Kompetisi Business Model

Sepanjang Agustus hingga November 2021, tim PHP2D HIMA TG telah beberapa kali melakukan pelatihan terhadap masyarakat secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik itu pelatihan infografis, ekonomi kreatif, tour guide, serta pengelolaan website terhadap masyarakat dan aparat Desa Jaboi.

Keuchik Jaboi Rahmat mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi atas upaya mahasiswa USK ini dalam mendukung pengembangan wisata di desanya. Ia pun berharap, program yang mereka jalankan ini dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan teknologi informasi.

“Kami mungkin masih belum sepenuhnya mengerti bagaimana penggunaan teknologi informasi yang ada saat sekarang ini, sehingga nantinya dapat menjadi langkah awal yang baik bagi perkembangan Desa Jaboi ini,” ucapnya.

Kegiatan yang dilakukan tim PHP2D ini juga mendapat sambutan dan antusias yang baik dari masyarakat setempat. “Kami menjadi paham bagaimana cara membuat poster yang menarik untuk media promosi wisata maupun usaha kami,” ungkap salah seorang peserta pelatihan infografis.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] - Ruko di Lambaro Aceh Besar Terbakar

Pemberdayaan masyarakat Desa Jaboi ditutup dengan pembaharuan dan pemasangan plat destinasi wisata di setiap spot wisata yang ada di Desa Jaboi. Total terdapat tujuh plat yang dipasang dan berisikan informasi wisata yang dapat diakses lebih lanjut oleh wisatawan melalui website Desa Jaboi dengan scan barcode yang tertera terlebih dahulu.

Pemasangan plat destinasi wisata di Pantai Pasii secara simbolis oleh Dinas Pariwisata Kota Sabang. Kegiatan tersebut juga menandai akhir dari kegiatan PHP2D HIMA TG USK di Desa Jaboi. Penutupan kegiatan tersebut berlangsung pada 30 November 2021. Besar harapannya agar masyarakat Desa Jaboi selalu kompak dalam upaya pengembangan destinasi wisata yang ada melalui keterbaruan informasi di era digital ini.[] unsyiah

banner 300250