Pemkab Aceh Tamiang Bangkitkan Petani Perkuat Ketahanan Pangan

Aceh, Berita, Ekonomi113 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Kabupaten Aceh Tamiang mulai memperkuat kembali stabilitas ketahanan pangan pasca dihantam bencana hidrometeorologi. Komitmen tersebut ditandai dengan gerakan tanam padi perdana yang dipusatkan di Kampung Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH bersama Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir yang hadir mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran para pimpinan daerah itu menjadi bukti bahwa pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengatakan, tanam perdana ini bukan sekadar dimulainya musim tanam baru, tetapi juga menjadi tanda bangkitnya kembali semangat para petani yang sempat terdampak banjir lumpur.

Baca Juga :  Buka Fasi Atam ke-2, Pj Bupati Asra Ingatkan Dewan Juri Objektif

“Ini momentum kebangkitan sekaligus penguatan ketahanan pangan kita pascabencana,” kata Armia.

Sebelumnya, bencana hidrometeorologi memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di Aceh. Data menunjukkan kerusakan areal persawahan mencapai 57.364 hektare, sedangkan sektor perkebunan terdampak seluas 60.438 hektare.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai menjadi titik balik bagi Aceh Tamiang untuk bangkit dan mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menegaskan bahwa gerakan tanam perdana yang digelar bukan hanya kegiatan rutin, tetapi menjadi simbol ketangguhan petani Aceh dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan Aceh tetap aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Main Proyek, Jaksa Agung Copot 3 Kajati dan 8 Kajari

Armia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat program optimalisasi dan rehabilitasi lahan terdampak bencana. Hingga saat ini, progres konstruksi optimalisasi lahan di 18 kabupaten/kota di Aceh telah mencapai 32 persen.

Program pemulihan tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan utama berdasarkan tingkat kerusakan, yakni optimalisasi lahan, rehabilitasi lahan, dan pengelolaan lahan.

Selain fokus pada pemulihan lahan dan penyediaan benih, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut meliputi pembangunan sistem irigasi melalui pemompaan dan perpipaan, pembangunan jaringan irigasi tersier, bangunan konservasi, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT).

Melalui langkah percepatan itu, pemerintah berharap petani dapat segera kembali produktif dan sektor pertanian di Aceh Tamiang kembali menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat pascabencana.[]

banner 300250