Rokok Elektrik: Solusi atau Ancaman Baru?

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah perokok tertinggi di dunia. Merokok sudah menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup banyak orang di Indonesia, baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul sebuah fenomena baru yang mulai mengubah kebiasaan merokok masyarakat: rokok elektrik atau yang dikenal dengan vape.

Perbedaan Antara Rokok Tembakau dan Rokok Elektrik

Rokok tembakau adalah produk yang terbuat dari daun tembakau yang dikeringkan dan kemudian digulung dalam kertas untuk dibakar dan dihisap. Sementara itu, rokok elektrik adalah perangkat elektrik yang bekerja dengan memanaskan cairan (e-liquid) untuk menghasilkan uap yang dihirup oleh pengguna. Cairan ini biasanya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan berbagai perasa.

Mengapa Orang Beralih ke Rokok Elektrik?

Banyak orang yang beralih ke rokok elktrik karena mereka percaya bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Rokok tembakau diketahui mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk tar dan karbon monoksida, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan lainnya. Di sisi lain, meskipun rokok elektrik tidak sepenuhnya bebas risiko, penelitian awal menunjukkan bahwa mereka mungkin memiliki dampak kesehatan yang lebih rendah karena tidak menghasilkan asap yang mengandung tar dan karbon monoksida. Selanjutnya, rokok elektrik telah menjadi simbol gaya hidup modern dan tren di kalangan anak muda. Desain perangkat vape yang menarik dan beragam rasa cairan membuat vape lebih menarik bagi generasi muda.

Baca Juga :  Urgensi Studi Islam di Masa Perkembangan Teknologi Informasi

Selain itu, keberadaan komunitas dan festival vape juga menambah daya tariknya sebagai bagian dari identitas sosial. Di beberapa kota besar di Jabodetabek tidak hanya komunitas yang membuat komoditi vape semakin meluas tetapi juga terdapat beberapa cafe vape yang menambah nuansa untuk menghisap rokok elektrik ini semakin terasa nikmat. Kemudahan mendapatkan rokok elektrik juga membuat rokok jenis ini cepat diterima di masyarakat. Rokok elektrik dapat dibeli dengan mudah di berbagai tempat, baik di toko fisik maupun online. Penggunaannya juga dianggap lebih praktis dan tidak meninggalkan bau yang menyengat seperti rokok tembakau. Alasan-alasan tersebut membuat rokok elektrik atau vape dapat diterima di banyak lingkungan, termasuk tempat-tempat yang biasanya melarang merokok.

Baca Juga :  Covid Tak Kunjung Usai, Pendidikan Virtual Tidak Efektif

Dampak Penggunaan Rokok Elektrik dan Tembakau di Berbagai Kelompok Usia

Menariknya, penggunaan rokok elektrk dan tembakau tidak terbatas pada satu kelompok usia tertentu. Anak muda, dewasa, dan bahkan orang tua ada yang menggunakan kedua jenis rokok ini. Meskipun ada beberapa orang yang hanya menggunakan satu jenis rokok, tak jarang pula yang menggunakan keduanya, meskipun dengan frekuensi dan jumlah yang berbeda.

Regulasi dan Pengawasan Penjualan Rokok di Indonesia

Meskipun sudah ada larangan merokok di beberapa tempat umum dan kampanye kesehatan tentang bahaya merokok, penjualan rokok di Indonesia masih belum diawasi dengan ketat. Rokok, baik tembakau maupun elektrik, dapat dengan mudah dibeli oleh siapa saja, termasuk anak-anak di bawah umur. Hal ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat dalam pengawasan penjualan dan penggunaan rokok.

Baca Juga :  Efektifitas Hidroterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi

Peralihan dari rokok tembakau ke rokok eletrik menunjukkan adanya perubahan dalam gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin modern. Namun, terlepas dari bentuknya, merokok tetap membawa risiko kesehatan yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan penjualan rokok agar tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa produk ini tidak mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan bisa mengurangi jumlah perokok di Indonesia dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.[]

Penulis :
Ardi, Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, email : ardhy052000@gmail.com

banner 300250