Edukasi Ergonomis dan Fisioterapi Gratis, Mahasiswa PMM UMM Sasar Ibu Rumah Tangga di Sidoarjo

Berita, Regional53 Dilihat

Sidoarjo, TERASMEDIA.NET – Guna meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat sejak dini, mahasiswa Program Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Griya Masangan Asri, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Rangkaian program yang terintegrasi ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Kegiatan tersebut berjalan tertib serta mendapat respons positif dari warga yang hadir.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah menekan risiko penyakit muskuloskeletal atau gangguan otot dan sendi yang kerap menyerang masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, akibat aktivitas domestik yang dilakukan secara repetitif.

Pada sesi penyuluhan, mahasiswa UMM memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan prinsip ergonomis saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal ini dinilai krusial mengingat akumulasi kesalahan postur tubuh yang terjadi terus-menerus sering kali diabaikan, hingga akhirnya memicu keluhan lanjutan dan cedera.

Baca Juga :  Sains dan Agama dalam Keselarasan: Mencari Titik Temu dalam Pencarian Kebenaran

“Banyak aktivitas harian, seperti menyapu, mengepel, menyetrika, atau mencuci, dilakukan dengan postur tubuh yang keliru. Jika kebiasaan non-ergonomis ini dibiarkan dalam jangka panjang, dampaknya dapat memicu gangguan kesehatan serius, seperti osteoarthritis genu (nyeri sendi lutut), trigger finger (nyeri dan kaku sendi jari), hingga low back pain (nyeri punggung bawah),” ujar perwakilan mahasiswa UMM di sela-sela penyampaian materi.

Edukasi Visual hingga Intervensi Fisioterapi

Tidak sebatas memberikan teori di dalam ruangan, para mahasiswa juga melakukan metode jemput bola dengan menyambangi beberapa rumah warga secara langsung. Mereka menempelkan poster dan stiker edukasi pada perabot rumah tangga yang diidentifikasi berpotensi memicu kesalahan posisi tubuh.

Langkah preventif tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat visual harian bagi warga agar tetap menjaga postur tubuh yang sehat saat beraktivitas.

Baca Juga :  Ny. Yuyun Armia : Turunkan Stunting dan Wujudkan Keluarga Tangguh Menjadi Prioritas Utama

Selain edukasi mengenai ergonomis, rangkaian acara ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis, meliputi pengecekan tekanan darah serta pemantauan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Sebagai puncak acara, tim PMM UMM memberikan sesi konsultasi dan layanan fisioterapi gratis bagi para partisipan yang mengeluhkan nyeri otot maupun keterbatasan gerak akibat posisi tubuh yang tidak ergonomis selama beraktivitas di rumah. Warga pun mengantre dengan tertib untuk mendapatkan layanan fisioterapi tersebut.

Ibu Suprapti selaku Ketua PKK Griya Masangan Asri menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi warga bahwa menjaga kesehatan fisik melalui postur tubuh yang benar saat memasak atau mengurus rumah tangga sangat krusial bagi kualitas hidup jangka panjang.

Baca Juga :  Pj Bupati Asra Sambut Kepulangan Prajurit Yonif RK 111/KB dari Papua

Sinergi dan Kolaborasi Berkelanjutan

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi ruang kolaborasi yang efektif untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan teoretis dari bangku perkuliahan guna menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui pendekatan preventif, promotif, dan edukatif, program PMM ini menjadi wujud nyata kontribusi akademis dalam menjawab tantangan kesehatan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan tidak bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan solusi yang aplikatif dan relevan.

Pasca-selesainya program ini, kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan prinsip ergonomis diharapkan dapat terus diterapkan di lingkungan keluarga maupun komunitas sekitar demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan guna menciptakan kualitas hidup komunitas yang lebih baik di masa depan.[]

Editor : Yeddi Alaydrus

banner 300250