Lawan Formalin, Aceh Tamiang Kenalkan Inovasi aTmatsya

Aceh, Berita37 Dilihat

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah pertama dalam pengenalan inovasi pengawet alami ikan laut aTmatsya, sebuah produk yang diklaim mampu menjaga kesegaran ikan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Inovasi tersebut diperkenalkan langsung oleh Prof. Ir. Sudjana, Ph.D., penemu aTmatsya yang juga Tim Ahli Kepresidenan Bidang Kelautan dan Perikanan, dalam kegiatan sosialisasi dan testimoni produk di Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Aceh Tamiang, Senin (6/7/2026) lalu.

Kehadiran Prof. Sudjana disambut oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang bersama jajaran DPKP, penyuluh perikanan, nelayan, dan pelaku usaha perikanan. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi dipilihnya daerah tersebut sebagai lokasi pengenalan inovasi yang diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor perikanan sekaligus meningkatkan keamanan pangan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Keluarga Harmonis Kunci Sukses dalam Membangun Kebahagiaan Bersama

Dalam pemaparannya, Prof. Sudjana menjelaskan bahwa aTmatsya merupakan ramuan berbahan alami yang mampu mempertahankan kesegaran, aroma, rasa, dan tekstur ikan laut hingga 40 hari, sehingga tetap menyerupai kondisi ikan yang baru ditangkap.

Menurutnya, produk tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“aTmatsya dibuat murni dari bahan-bahan alami tanpa campuran bahan kimia. Selain mampu mengurangi bau amis dan memperpanjang masa simpan ikan, produk ini juga dapat menekan kerugian pelaku usaha akibat kerusakan ikan selama proses penyimpanan maupun distribusi,” ujar Prof. Sudjana.

Ia menjelaskan, penggunaan aTmatsya juga cukup sederhana. Ikan segar hanya perlu direndam selama sekitar tiga menit dalam larutan aTmatsya yang dicampur air asin, kemudian disimpan di dalam peti es agar kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga :  PS Muda Sedia dan Persada Pecundangi Lawan 3-1

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta yang terdiri atas penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nelayan, serta pelaku usaha perikanan di Aceh Tamiang.

Sekretaris Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Sudjana yang dinilai telah memberikan wawasan baru mengenai teknologi pengawetan ikan yang aman dan ramah lingkungan.

Menurutnya, inovasi ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks yang selama ini masih menjadi perhatian dalam rantai distribusi hasil perikanan.

“Kami menyambut baik inovasi ini karena dapat menjadi alternatif yang aman bagi pelaku usaha perikanan. Selain meningkatkan kualitas produk, penggunaan bahan alami seperti aTmatsya juga diharapkan mampu mengurangi penggunaan formalin dan boraks sehingga memberikan perlindungan lebih baik bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Lhoksukon Aceh Utara Dihebohkan Warna Air Merah seperti Darah

Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh perikanan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi mengenai penggunaan aTmatsya kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan di seluruh Aceh Tamiang.

Pemerintah daerah berharap inovasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun industri perikanan yang lebih sehat, aman, berdaya saing, serta mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.[] Wira

banner 300250