Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Pengembangan olahraga sepak bola mini (soccer) di Provinsi Aceh memasuki babak baru. Pengurus Pusat Asosiasi Sepakbola Mini Indonesia (ASMI) secara resmi menetapkan dan mengesahkan kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) ASMI Aceh untuk masa bakti 2026–2031.
Pengesahan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat ASMI Nomor 040/SK/PP-ASMI/VI/2026 tentang Pengesahan dan Penetapan Pengurus Provinsi Asosiasi Sepakbola Mini Indonesia (ASMI) Provinsi Aceh Masa Bakti 2026–2031, yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Mei 2026 yang lalu.
Pembentukan Pengprov ASMI Aceh menjadi langkah strategis dalam memperluas pembinaan dan pengembangan sepak bola mini di daerah. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, serta pengembangan ekosistem sepak bola mini yang profesional hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Dalam struktur kepengurusan yang telah disahkan, Sayed Mahdi, SP dan Nasir Waluyo dipercaya sebagai Pembina. Sementara jabatan Ketua Pengprov ASMI Aceh diemban oleh Saiful Bahri, didampingi Muhammad Ridwan dan Zainal Abidin sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris dijabat Saiful Alam, SE, sedangkan Bendahara dipercayakan kepada Yusli Saputra.
Selain itu, kepengurusan juga diperkuat unsur pelindung yang terdiri dari Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, serta jajaran penasihat yang melibatkan tokoh-tokoh olahraga Aceh.
Dalam surat keputusan tersebut, Pengurus Pusat ASMI menegaskan bahwa Pengprov ASMI Aceh memiliki tugas menjalankan statuta organisasi, menyusun dan melaksanakan program kerja di tingkat provinsi, mengembangkan pembinaan dan kompetisi sepak bola mini, membangun koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, serta menjaga integritas organisasi.
Dengan terbentuknya Pengprov ASMI Aceh, diharapkan olahraga sepak bola mini semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran organisasi ini juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan pembinaan olahraga masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Pembentukan Pengprov ASMI Aceh sekaligus menandai semakin luasnya eksistensi sepak bola mini di Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga yang dimainkan dengan lapangan dan jumlah pemain yang lebih sedikit dibanding sepak bola konvensional, namun tetap menjunjung tinggi semangat kompetisi, sportivitas, dan pembinaan prestasi.[]










