Menanamkan Rasa Cinta Kebersihan pada Anak Usia Dini

Oleh : Septa Eka Permatasari

Kebersihan merupakan bagian dari iman, demikianlah yang disebutkan Rasulullaah dalam suatu hadis. Seusai berkegiatan, murid diarahkan untuk membersihkan dan merapikan seperti merapikan alat tulis dan perlengkapan bermain, membuang sampah pada wadah yang telah disediakan dan menjaga kebersihan kelas saat makan bersama. Dengan iman, anak akan senantiasa menjaga kebersihan di mana pun dan kapanpun sebab ia sudah memahami bahwa kebersihan sebagian dari iman dan Allah Maha Melihat serta Maha Mengetahui atas segala perbuatan.

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu dan semangat yang kuat untuk segala sesuatu dan sikap petualang dan memiliki minat yang kuat dalam mengamati lingkungan. Dia memiliki sikap petualang yang kuat. Pengenalan terhadap lingkungan sekitarnya adalah pengalaman yang positif bagi kepentingan anak mengmbangkan awal ilmu pengetahuan. Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu serta memliki sikap berpetualang serta minat yang kuat untuk mengobservasi lingkungan. Anak memiliki sikap petualang yang kuat.

Baca Juga :  Runtuhnya Pemberantasan Korupsi di Negera Kita

Pengenalan terhadap lingkungan di sekitarnya merupakan pengalaman yang positif untuk mengmbangkan minat keilmuan anak usia dini, jadi sikap cinta lingkungan yang ditimbulkan oleh anak berarti rasa memiliki terhadap alam yang ada disekitar, dengan melakukan kegiatan menjaga dan melindungi agar tetap terjaga kelestariannya. Sesuai dengan tingkat perkembangan dan pertumbuhannya, pembiasaan sikap cinta lingkungan pada anak usia dini perlu memperhatikan karakteristik perkembangan dan lingkungan mereka. Guru dapat membiasakan sikap cinta lingkungan pada anak usia dini melalui pola pembiasaan karena melalui pembiasaan, akan terbentuk perilaku yang bersifat menetap pada diri anak.

Perilaku cinta lingkungan merupakan perwujudan dari pembentukan karakter,di kalangan anak usia dini dapat dicontohkan oleh guru melalui hal yang sederhana seperti: menjaga kebersihan badan dan pakaian, tidak membuang sampah sembarangan, hemat dalam menggunakan air, serta cinta pada tanaman dan binatang. Pembiasaan dan penjelasan tentang pentingnya lingkungan melalui kegiatan yang menarik akan mendorong anak didik untuk melakukan hal yang serupa. Dalam pendidikan sangat efektif dalam membiasakan berbagai perilaku yang diharapkan. Nasihat dan ajakan persuasive dari guru akan tidak bermakna tanpa adanya teladan dari pribadinya. Perilaku menjaga kebersihan, hemat dalam menggunakan air, cinta pada tanaman dan binatang akan mendorong anak didik untuk melakukan hal yang serupa.

Baca Juga :  Pentingnya Bimbingan Konseling untuk Anak Usia Dini di Lembaga Sekolah

Membiasakan sikap cinta lingkungan pada anak usia dini dapat bertolak dari hal-hal yang bersifat sederhana dan dipadukan dengan contoh sehari-hari yang dekat dengan siswa. Tahap selanjutnya diarahkan pada perubahan perilaku siswa yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat dilakukan dari hal yang paling sederhana. Penyampaian contoh akibat kerusakan lingkungan secara sederhana dapat disampaikan guru kepada anak , Misalnya hal-hal kecil akan membawa dampak yang besar di kemudian hari seperti mengurangi penggunaan kantong plastik dapat dilakukan dari sekolah dan juga dari rumah langsung oleh anak. Pada titik ini pendidikan lingkungan diharapkan dapat membiasakan anak untuk hidup dengan pola yang ramah lingkungan.

Mengambil contoh pengurangan sampah plastik misalnya, anak didik diajak untuk terbiasa menggunakan tas kain ketika berbelanja atau membawa kantong plastik bekas sendiri dari rumah. Diharapkan pesan cinta lingkungan yang disampaikan melalui pendidikan karakter dapat dipahami anak dan diterapkan dalam kehidupannya. Guru hendaknya memberikan refleksi ketika melaksanakan pendidikan karakter disampaikan. Fungsi refleksi ini adalah agar anak menjadi lebih jelas mengetahui perbuatan cinta lingkungan yang harus mereka lakukan maupun perbuatan merusak lingkungan yang tidak boleh mereka lakukan.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidik Merangkap Sebagai Konselor Anak Usia Dini

Pembelajaran sikap cinta lingkungan melalui pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, pembiasaan menjaga kebersihan kelas, pembiasaan merawat tanaman pada anak antara lain anak sangat antusias untuk berlomba mempraktekkan seperti menyapu, membersihkan debu, menyiram tanaman, mencabut rumput dan memungut sampah, kegiatan yang telah dilakukan dapat dikategorikan “baik” karena anak dapat melakukan kegiatan tanpa bimbingan guru, selain itu anak sudah mulai membiasakan diri untuk mencintai lingkungan dengan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.[]

*Penulis adalah Mahasiswi Prodi PIAUD INISNU Temanggung – Jawa Tengah, email : septaekapermatasari@gmail.com

banner 300250